CEO dan Founder Tokopedia William Tanuwijaya dalam Konferensi Pers Virtual: Bangkit Bersama GoTo Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia/ HO
MEDANHEADLINES.COM – Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara menjadi incaran para pemain global. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh UMKM Indonesia supaya bisa jadi pemain utama di pasar tanah air, bukan penonton.
CEO dan Founder Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, ada tantangan, para UMKM juga harus menghadapi pedagang luar negeri dan pandemi. Menurutnya, GoTo punya tanggung jawab besar dan harus terus hadir untuk bangkit bersama. Pendekatan yang dilakukan sangat hyperlocal, terutama dalam menghubungkan pengusaha lokal dengan konsumen setempat supaya lebih banyak pengusaha daerah bisa go-digital.
“Solusi yang kami hadirkan selalu didasari atas semangat untuk mengatasi permasalahan di daerah sehingga UMKM lokal bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri. Kami berbisnis dengan hati nurani. Strategi kami di GoTo adalah mengoptimalkan apa yang terbaik buat mitra kami dan UMKM. Kami percaya kalau kami memberikan yang terbaik untuk mitra, bisnis pasti tumbuh sejalan,” katanya saat berbicara dalam Konferensi Pers Virtual: Bangkit Bersama GoTo Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia, Kamis (30/9).
William mencontohkan, GoTo memilih untuk tidak membuka platform bagi pedagang dari luar negeri. Ini merupakan wujud perlindungan terhadap UMKM Indonesia. Sebagai karya anak bangsa harus berpihak dan menjadi mitra yang paling mengerti dan strategis.
Komisaris GoTo Wishnutama Kusubandio memaparkan, Indonesia adalah pasar terbesar nomor dua di dunia, di luar China dan Amerika yang penguasa pasarnya adalah bangsa mereka sendiri. Menurutnya, potensi pasar di Indonesia sangat besar.
“UMKM harus bisa memanfaatkan peluang dan potensi pasar ini. Gerakan #BangkitBersama adalah enabler supaya UMKM bisa jadi pilihan utama masyarakat. GoTo akan punya peran mengakselerasi hal tersebut mulai dari pembinaan hingga kemudahan go-digital. Peluang besar ini sekali lagi harus bisa dimanfaatkan supaya pelaku usaha Indonesia tidak hanya jadi pasar, tetapi tuan rumah di negeri sendiri,” ucap Wishnutama.
Paparan yang disampaikan Wishnutama mendapat dukungan dari Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. Menurut Wimboh, ruang tumbuh di Indonesia sangat besar dengan jumlah penduduk 270 juta.
“Indonesia memiliki penduduk yang banyak, bisa dikembangkan termasuk literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi. OJK sadar hal ini maka berusaha mengawal bukan membatasi. Kami juga berusaha membawa manfaat teknologi. UMKM harus bisa kita bimbing, didik dan tuntun untuk memanfaatkan teknologi. Terima kasih kepada GoTo dan ekosistemnya yang merangkul UMKM ke ekosistem digital,” katanya.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi GoTo yang mengajak warga, khususnya di Solo untuk #BangkitBersama. Hal ini, kata Gibran, merupakan bentuk keberanian untuk melakukan upaya percepatan ekonomi.
“Dengan penanganan pandemi di Solo yang terus membaik, kami mulai memikirkan bagaimana cara pemulihan ekonomi dan upaya mendorong warga bisa melakukan kegiatan ekonomi, khususnya penggerak-penggerak ekonomi seperti UMKM, warung, pasar dan pedagang setempat. Kami berharap Kampus UMKM Center, Pusat Inkubasi Bisnis hingga beragam inisiatif teknologi dan pemberdayaan dari GoTo dapat menjadi motor penggerak roda ekonomi Solo,” tutupnya.












