Kabar Mundurnya Ipar Jokowi Justru Naikkan Pamor Wahyu Purwanto

Wahyu Purwanto/kompas.com

MEDANHEADLINES.COM-Partai Nasdem membantah kabar mundurnya ipar Presiden Joko Widodo, Wahyu Purwanto dalam proses pencalonan bakal calon bupati Gunungkidul. Kabar itu katanya justru membuat elektabilitas san balon naik.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai NasDem DIY, Subardi menganggap hal tersebut merupakan strategi politik yang cukup jitu dimainkan oleh bakal calon yang ikut penjaringan ini. Karena terbukti, kabar mundurnya Wahyu Purwanto sempat viral sehingga meningkatkan elektabilitas yang bersangkutan.

“Selama ini mungkin banyak yang belum mengenal beliau. Dengan berita pengunduran diri ini kan orang jadi mengalihkan perhatiannya ke beliau. Ini bagus,” ujarnya.

Mbah Bardi mengakui jika memang pernah memperkenalkan Wahyu Purwanto di hadapan kader Partai NasDem pada sebuah kesempatan. Ia menilai wajar karena Wahyu Purwanto merupakan salah kader Partai NasDem di mana yang bersangkutan adalah Dewan Penasehat Partai NasDem Gunungkidul.

Dalam kesempatan tersebut sejatinya Mbah Bardi tidak hanya akan memperkenalkan Wahyu Purwanto semata. Tetapi juga nama-nama lain yang masuk dalam penjaringan Partai NasDem. Namun karena saat itu yang hadir tersebut hanya Wahyu Purwanto maka yang diperkenalkan hanya Ipar Jokowi tersebut.

“Semua memiliki kesempatan yang sama untuk diperkenalkan kepada publik, terutama kader Partai NasDem,”tambahnya.

Di samping itu, lanjutnya, sampai saat ini surat rekomendasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) terkait bakal calon yang diusung juga belum keluar. Sehingga dinamika masih bisa saja terjadi hingga nanti surat rekomendasi dari pusat diterima dengan nama yang sudah pasti.

Salah satu hal yang digunakan untuk pertimbangan penentuan bakal calon yang diusung partai adalah elektabilitas yang bersangkutan. Semakin tinggi elektabilitasnya maka kandidat bakal calon tersebutlah yang akan dipilih. Dan untuk mengetahui elektabilitas tersebut, Partai NasDem akan melakukan survei.

“Kita akan survei elektabilitas di bulan Februari nanti. Kita akan libatkan Lembaga Survei independen,”ungkapnya.

Artikel ini sudah terbit di Suara.com

(pace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *