IPCN Beri Ongkos Kirim Murah untuk Dongkrak Kemajuan UMKM

Ikatan Pengusaha Cargo Nusantara (IPCN)

MEDANHEADLINES.COM– Ikatan Pengusaha Cargo Nusantara (IPCN) komitmen mendukung kemajuan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Komitmen itu ditunjukkan mereka dengan memberikan ongkos jasa pengiriman barang yang lebih murah.

IPCN sendiri merupakan gabungan pengusaha kargo lokal dari berbagai kota di Indonesia. Mereka baru saja menggelar Rakornas.

Dalam Rakornas itu tercapai beberapa kesepakatan. Termasuk menyesuaikan tarif pengiriman bersama.

“Ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam jasa pengiriman. Kita mengumpulkan berbagai jaringan kita yang ada di seluruh pelosok negeri,” kata Ketua Umum IPCN Beni  Syarifuddin di Medan, Jumat (29/11).

Selama ini, kata Beni, pegiat UMKM terkadang mengeluhkan mahalnya biaya pengiriman barang. Sehingga usaha mereka juga sulit berkembang.

“Kami menawarkan harga yang murah. Karena anggota IPCN sudah ada hampir di seluruh Indonesia. Jadi kalau misalnya, dari Medan mau kirim barang ke Papua. Jangan takut lagi dengan ongkos yang mahal. Ini bagian komitmen kami untuk ikut andil memajukan UMKM kita dan membantu pengusaha kargo lokal supaya usahanya terus berkembang,” imbuhnya.

IPCN pun sedang merumuskan digitalisasi sistem pengiriman barang dalam jaringan mereka. Itu dilakukan menyusul perkembangan teknologi yang kian masif.

“Ini kan sudah masuk era industri 4.0. Jadi kita memang sedang menyiapkan aplikasi supaya memudahkan kita dalam berjejaring,” ungkap Abdul Aziz, Ketua Bidang Informatika Abdul Aziz.

Sejumlah anggota IPCN juga merasa bisnis kargonya mengalami kemajuan semenjak bergabung. Seperti penuturan Zulham Effendi Siregar, pemilik Tapanuli Logistik. Kata dia, selama ini mereka bingung jika harus mengirim barang ke luar Sumatera Utara.

“Semenjak bergabung kita bisa kirim kemana saja. Omzet kita pun melonjak tinggi,” ungkap Zulham.

IPCN juga siap bersaing dengan perusahaan kargo yang sudah punya nama besar. IPCN, kata Beni, sudah beranggotakan lebih dari 200 orang pengusaha kargo lokal.

“Prinsip kita adalah bergotong royong untuk sama-sama memajukan usaha kargo lokal,” pungkasnya.

(pace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *