Tidak Sesuai SOP, Hentikan Proyek Pembangkit Listrik Sicanang

Joint Pipe yang tidak rapi dan melanggar SOP di proyek PT PLN Sektor Pembangkitan Belawan di Desa Pulau Sicanang, Kecamatan Medan Belawan/Rha 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Diduga tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan System Joint Welding atau Welding Procedure Specification (WPS) dalam pengerjaan proyek PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belawan di Desa Pulau Sicanang, Kecamatan Medan Belawan. Mengacu pada ASME Section IX, WPS adalah prosedur tertulis pengelasan yang sudah terkualifikasi untuk memberikan arahan dalam membuat pengelasan produksi (production weld) sesuai dengan persyaratan dari standar yang dipakai.

Ketua GM Gakari Sumatera Utara Apri Budi meminta gubernur dan kementerian terkait untuk mengevaluasi proyek tersebut. Hasil tinjauan lapangan yang dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, timnya menemukan banyak kekurangan di sana-sini. Sistem yang dipakai menurutnya tidak berlaku di WPS, bisa jadi mengikuti petunjuk dari Disnakertrans atau migas.

“Sistem join seperti itu mungkin bisa dilakukan oleh perusahaan yang tidak punya pengalaman. Kalau diteruskan akan merusak material dan sistem keandalan pembangkit. Lebih mudah bocor sebelum masa perawatannya,” kata Apri, Kamis (30/10).

Begitu juga dengan pengerjaan pipa yang istilah kelistrikanya di sebut joint pipe, jelas sekali terlihat tidak rapi dan melanggar prosedur. Kalau yang mengerjaan adalah perusahaan yang sudah berkompeten di bidangnya maka joint pipe seperti itu tidak akan dilakukan.

“Dari yang kami lihat, pengerjaanya asal asalan. Ini merugikan negara dan masyarakat,” ujarnya.

Dirinya juga menduga para pekerja tidak memiliki sertifikat keahlian dan pengalaman di bidang boiler.

Pekerjaan ini harus memiliki keahlian khusus supaya dampak dari pembangkit dirasakan masyarakat Sumut. Apri juga merasa heran, kenapa proyek tidak diberikan kepada anak perusahaan PLN yaitu PJB Services yang sudah ahli dan biasa mengerjakan boiler.

PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) merupakan salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero). Perusahaan ini bergerak dalam bidang pembangkitan, pemeliharaan, serta bisnis-bisnis lain yang berkaitan dengan listrik nasional. Didirikan pada 3 Oktober 1995, PJB saat ini beroperasi di berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara PT PJB Services adalah anak perusahaan PT PJB yang didirikan untuk menjawab kebutuhan penambahan line up bisnis di bidang pelayanan jasa operasi dan pemeliharaan unit pembangkit tenaga listrik. PT PJB Services berdiri pada 31 Maret 2001 dengan kepemilikan saham 95 persen milik PT PJB dan 5 persen milik Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PJB. Perusahaan ini telah mengembangkan kemampuannya untuk menjadi perusahaan yang bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan pembangkit.

“Kenapa harus swasta yang dikasi? Apalagi diketahui kalau proses lelangnya tertutup?” tanya dia sambil menggeleng.

Apri berharap agar proyek ini dikaji ulang, diputuskan kontraknya, dan segera dihentikan pengerjaannya untuk mengurangi membengkaknya kerugian negara.

“Kita khawatir, hal ini yang menjadi salah satu penyebab seringnya pemadaman listrik dengan alasan perawatan instalasi atau pembangkit. Jangan sampai ada indikasi disengaja, ya…” tegas dia. (Rha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *