Sumut  

Pasokan Gas Industri Berkurang, Ratusan Karyawan Pabrik Terancam Putus Kerja

MEDANHEADLINES.COM, Medan –Dampak  dari Pasokan Gas Industri di wilayah Sumatera Utara yang mengalami penurunan dan semakin tak menentu, sejumlah perusahaan yang mengalami kerugian akibat tak bisa beroperasinya mesin-mesin pabrik pun terpaksa  berencana akan merumahkan karyawannya

Salah satu pabrik industri keramik yang berada di Kawasan Industri Medan (KIM) II mengaku merugi karena pasokan gas yang menciut.  Setidaknya ada 400 karyawan terancam menganggur.

“Yang masih bekerja itu kita alihkan ke maintenance. Tapi kalau maintenance sudah selesai as belum ada mungkin terpaksa kita rumahkan,” Kata Anwar Panggabean, Direktur PT Jui Shin,

PT Jui Shin tetap menggaji karyawannya meski merugi Rp2 miliar setiap harinya karena kelangkaan gas. Sebagai gantinya, PT Jui Shin memakai energi gas Batu Bara. Namun, energi gas batu bara hanya mampu menjalankan satu mesin dari total delapan unit yang ada di pabriknya.

Sementara itu, Komite II DPD RI Parlindungan purba menyesalkan kelangkaan gas industri di Sumut. Pihaknya berencana memanggil seluruh pihak terkait ke Senayan untuk mencari solusi masalah itu.

“Seandainya tetap tidak normal, saya khawatir maka para pengusaha dan masyarakat akan membuat gugatan kepada pemerintah. Karena ini sudah merugikan, ini tidak bisa terjadi lagi. Kelangkaan gas di Sumut sudah berkali-kali. Ini ditandai dengan pencabutan FSRU (Floating Storage Regasification Unit). Sehingga kita tidak punya tangki yang besar. Kita terpaksa mengandalkan dari PT Arum . Ini tdak efisien,” ujar Parlindungan.

Sementara itu, Perusahaan Gas Negara sudah melayangkan surat terkait ke pelanggan gas industri. Dalam surat itu dinyatakan, gas industri di Sumut akan kembali ke tekanan normal pada 23 Desember 2017.

“Saya menunggu sampai tanggal 23 surat dari PGN itu. Karena katanya, ada alat yang perlu diperbaiki. Saya cek ke Pertagas. Ternyata mereka sudah siap untuk mengalirkan. Tinggal masalahnya adalah, gas yang ditarik dari Sumur itu tidak ada,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun, PT Jui Shin mendapat 92.000 MMBTU (Million Million Brithis Thermal Unit) saat gas normal. Saat ini mereka hanya dipasok 50 persen.  (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.