BI himbau Masyarakat  Siaga peredaran Uang Palsu

MEDANHEADLINES –  Menjelang Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Bank Indonesia (BI) menghimbau agar masyarakat siaga terhadap peredaran uang palsu.

Untuk mewaspadainya, BI  menjelaskan ada beberapa cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk memastikan uang yang dimilikinya asli atau palsu.

“ Pertama, melalui 3D atau dilihat, diraba, dan diterawang. Dilihat apakah warnanya sesuai dengan rupiah asli yang diedarkan BI, diraba apakah ada tanda cetakan yang terasa kasar, dan diterawang apakah ada watermark yang terlihat di uang kertas., ” Jelas Deputi Gubernur BI Sugeng .

BI sendiri menyiapkan pecahan uang kecil untuk kebutuhan Lebaran tahun ini mencapai Rp 200 triliun. Persediaan tersebut lebih tinggi dari perkiraan kebutuhan uang kartal saat Lebaran yang mencapai Rp 167 triliun.

“ Persediaan uang pecahan kecil oleh BI meliputi rupiah emisi lama dan emisi baru tahun 2016,” ungkapnya

Dari persediaan BI sebesar Rp 200 triliun itu, Rp 70 triliun di antaranya merupakan rupiah emisi 2016 yang dirilis akhir tahun lalu

“Jadi dalam kesempatan ini akan mencukupinya baik dari emisi lama maupun baru. Belum bisa semuanya emisi baru, emisi baru sekitar Rp 70 triliun, sisanya dipasok emisi lama,” tuturnya

Sugeng menambahkan penukaran uang pecahan kecil bisa dilakukan di kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia. Penukaran uang pecahan kecil selain di Monas juga bisa dilakukan di bank dan 45 kantor perwakilan BI yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Supaya penyebaran uang baik dalam jumlah cukup, kemudian dalam pecahan yang diharapkan masyarakat, kami melalui kegiatan kas titipan yang sudah kita lakukan kerja sama dengan perbankan ada 77 ditambah 45 kantor perwakilan BI. Jadi sudah ada 122 titik distribusi seluruh Indonesia,” ujar Sugeng.

Menambahkan hal itu, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi mengatakan, sistem pengaman uang rupiah sebenarnya sudah sangat kuat, karena Sedikitnya ada 8 sampai 12 tanda pengaman  yang dimiliki agar uang tidak dapat dipalsukan.

” Rupiah kita memiliki 8 sampai 12 Pengaman, baik di bahan uang watermark maupun di proses cetak rectoverso,” ujar Suhaedi.

Ditambahkannya, Jika ada temuan rupiah palsu saat penukaran, maka akan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

“Ini ditindaklanjuti kalau palsu, ditindaklanjuti dengan aparat kepolisian,” kata Suhaedi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.