Tipu Korban Rp 325 Juta, Nina Wati Kembali Dilaporkan ke Polda Sumut

tersangka menipu korban
Tersangka penipuan dan penggelapan atas nama Nina Wati setelah ditangkap Polda Sumut. (Foto: Istimewa)

MEDANHEADLINES.COM, MEDAN – Polda Sumut kembali menerima laporan masyarakat yang mengaku telah menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh tersangka Nina Wati.

Laporan atas nama Riadi tertuang dalam Nomor LP/B/377/III/2024/SPKT/Polda Sumatera Utara Tanggal 25 Maret 2024. Korban yang merupakan warga Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, itu mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 325 juta.

Korban mengirimkan uang tersebut ke rekening Bank BRI atas nama Nina Wati. Dia menyerahkan uang itu lantaran tersangka Nina Wati mengaku bisa meloloskan anak korban menjadi Bintara TNI AD.

Akan tetapi, anaknya yang berinisial MA tak kunjung dilantik menjadi Bintara TNI setelah uang dikirimkan. Sementara, Rindam Kodam I Bukit Barisan telah melantik Bintara TNI AD pada akhir Januari 2024.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan pengaduan dari Riadi. Penyidik terus bekerja maksimal untuk mengusut dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus bisa meloloskan menjadi anggota TNI maupun Polri.

“Terbaru penipuan modus masuk TNI dengan terlapor NW. Kerugian korban sekitar Rp 325 juta,” kata Hadi dalam keterangannya, Selasa (26/3/2024).

Hadi menjelaskan, korban penipuan dan penggelapan dari Nina Wati sudah berjumlah tujuh orang. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya yang hanya empat orang.

Laporan terus berdatangan pasca Polda Sumut menangkap Nina Wati pada Kamis (21/3/2024). Petugas menciduk tersangka dari rumahnya di Dusun XI, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Polisi menetapkan Nina Wati sebagai tersangka atas dugaan penipuan modus masuk Taruna Akpol. Korban atas nama Afnir harus membayar kepada tersangka sebesar Rp.1,3 miliar agar anaknya bisa menjadi lulus di Akpol.

“Saat ini polisi memproses tujuh laporan yang sama dengan terlapor NW yang sebelumnya sudah menjalani penahanan di Polda Sumut,” pungkas Hadi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.