MEDANHEADLINES.COM, Deliserdang – PT Kimia Farma Diagnostika mengelar konfrensi pers terkait kasus penggunaan alat rapid tes bekas di laboratorium Bandara kualanamu.
Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Aidil Fadhilah Bulqini mengatakan, Kasus ini merupakan murni tindakan oknum karyawan.
“Dugaan penggunaan secara berulang alat satu kali pakai adalah murni inisiatif oknum karyawan PT Kimia Farma Diagnostika. Kami punya SOP yg tidak mentolerir penggunaan alat medis ini secara berulang. SOP penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” ucap Adil di Gedung Auditorium Danau Toba Kantor PT Angkasa Pura II Kualanamu, Rabu (28/4) sore.
Adil beralasan bahwa untuk kelayakan penggunaan alat rapid tes sudah diuji secara klinis melalui uji konspirasi di Laboratorium PT Kimia Farma Diagnostika yang berada di kantor pusat. Uji terhadap kit rapid tes ini juga disesuaikan dengan hasil antara rapid antigen maupun Swab PCR.
“Pihak perusahaan sudah melakukan uji komparasi terhadap sampel alat rapid tes. Dan dinyatakan lolos uji komparasi di laboratorium PT Kimia Farma Diagnostika,” jelas Adil.
Atas kejadian itu, pihak perusahaan juga belum enggan memohon maaf karena belum terbukti bersalah. Pihaknya masih menunggu hasil penyidikan tim Polda Sumut.
“Kami tidak minta maaf karena kasus dugaan penggunaan secara berulang alat rapid tes sekali pakai belum ada yang bersalah dan masih tahap penyidikan polda Sumut. Jika terbukti bersalah secara pidana, kami mendorong pihak penyidik mengusut tuntas kasus itu,” akuinya.
Dikatakan Adil, rata – rata setiap hari pihaknya melayani jasa rapid tes terhadap 692 pasien di Bandara Kualanamu. Imbas dari kasus ini juga laboratorium kimia farma Medan Kartini ditutup sementara terkait kasus itu.
“Yang diamankan pihak polda ada pegawai tetap dan tidak tetap. Sudah pasti ada tugas yang diberikan oleh perusahaan. Yang diamankan 7 orang, 5 orang dari laboratorium kimia farma medan kartini, 1 kepala layanan merangkap bisnis manager dan 1 office boy,” ucapnya.
Sementara itu, Plt General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, Agoes Soeprayanto mengatakan, saat ini untuk kantor pelayanan rapid tes milik PT Kimia Farma Diagnostika di Bandara masih ditutup. Namun, para calon penumpang masih bisa memanfaatkan layanan tes rapid melalui sistem Drive THRU yang berada di area parkir terminal A bandara.
“Layanan sementara ditutup dan ruangan disegel. Satu layanan dengan drive THRU tetap kita buka. Layanan ini juga bisa digunakan done drive thru. Kami dukung penuh tindakan tegas yang dilakukan di bandara kualanamu oleh pihak manapun,” tegasnya. (red)












