Satgas Covid-19 Medan : Angka Kesembuhan Di Medan Lampaui Angka Penularan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Jumlah penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan sudah mengalami penurunan sejak bulan Oktober.

Hal ini diungkapkan Juru bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes kepada awak media di Posko Satgas Covid-19 Medan pada Gedung Serba Guna PKK, Jalan Rotan Proyek Petisah, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Mardohar mengatakan, Saat ini angka pasien aktif Covid-19 di Kota Medan telah menembus angka kurang dari 1400 pasien.

Berdasarkan data terakhir pada Senin (2/11) sore yang lalu, suspek terakhir di Kota Medan ada 291 orang.

“Total yang telah terkonfirmasi positif sebanyak 6.877 orang, sebanyak 5.148 orang telah dinyatakan sembuh. Dari total itu, 302 orang dinyatakan meninggal dunia. Artinya saat ini, jumlah pasien positif aktif atau pasien yang masih dirawat sudah dibawah 1400 atau tinggal 1383 orang,” ucapnya, selasa (3/11)

Dikatakan Mardohar, barometer angka pasien Covid-19 bisa terus menurun dikarenakan jumlah angka kesembuhan yang tetap lebih banyak dari angka penularan di setiap harinya. Sebab bila dibandingkan dengan hari sebelumnya, yakni Minggu (1/11), angka kesembuhan mencapai 44 orang dalam satu hari yaitu dari 5.148 orang menjadi 5.192 orang.

Sedangkan untuk angka penularan, dalam satu hari bertambah sebanyak 25 orang, yaitu dari 6.852 menjadi 6.877, ditambah angka kematian yang bertambah 2 orang, dari 300 menjadi 302.

“Angka kesembuhan tetap lebih banyak dari angka penularan. Ini tren positif, mudah-mudahan terus bisa berlanjut seperti ini. Hal ini terjadi karena tingkat kesadaran masyarakat yang sudah semakin baik,” ujarnya.

Namun begitu, Mardohar mengakui, masih cukup banyak pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Kota Medan. Pihaknya pun menegaskan akan terus melakukan pengawasan jalannya protokol kesehatan yang tertuang dalam Perwal No.27 tahun 2020 tentang penerapan Adapatasi Kebiasaan Baru (AKB) ditengah pandemi Covid-19 di Kota Medan.

“Sanksi yang kita berikan masih seperti yang diatur oleh Perwal No.27/2020, yaitu mulai dari teguran lisan, tulisan, penahanan KTP dan lain-lain,” katanya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *