Konsekuensi Iming-iming Jabatan ASN Pada Pilkada Sibolga

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pelaksanaan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 semakin dekat. Bakal calon kepala daerah sudah mulai bermunculan. Partai-partai sudah secara terang benderang mengusung pasangan calon, bahkan masyarakat pun mulai memberi dukungan.

Namun, dari semua itu, ada hal yang menarik menjadi sorotan Tokoh Masyarakat Kota Sibolga, Aguslan Simanjuntak ( Mantan Ketua STIE Al- Wasliyah Sibolga). Ia menyatakan, fungsi dan peranan ASN harus tetap dikemukakan menjelang kontestasi Pilkada.

“Harus menjadi sorotan. Sebab, ASN harus tahu juga bahwa mereka memiliki peranan tersendiri,”ujar Aguslan Simanjuntak, Rabu (5/8/2020).

Dijabarkannya, ada tiga kategori ASN yang harus diwaspadai. Yakni, ASN yang akhlak dan atau kinerjanya buruk, bersedia jadi tim sukses. Kemudian, ASN yang kinerjanya buruk, tapi sangat pintar ambil muka dan bersedia jadi tim sukses. Serta, ASN yang kanan kiri oke untuk menjadi tim sukses.

Maka dari itu, lanjutnya, fungsi dan peranan utama ASN dalam menyukseskan Pilkada, yakni, jadilah ASN yang berakhlak baik, berbudi pekerti, dan tidak mau melanggar aturan untuk menjadi ASN.

“Point of viewnya adalah ASN harus memiliki akhlak dan kinerja yang bagus didasari jiwa pelayan. Jika hal itu, sudah menginternalisasi di dalam diri, Maka, tinggal lagi diupgrade, ASN harus mampu mendatangkan investor dan memanfaatkan teknologi elektronik,”ungkapnya.

Diterangkanya, belakangan ini terkabar, ada pasangan calon yang memberi iming-iming jabatan. Apabila hal itu terjadi, sudah pasti outputnya akan mendapatkan tiga kategori yang berbahaya di atas. Maka, yang paling ‘ngenesnya’ tak akan ada perubahan di Kota Sibolga ini.

“Ya, apabila itu terjadi, konsekuensinya tidak akan ada perubahan. Maka Sibolga, ya begini-begini saja,”jelasnya.

Sementara itu, Aanandre yang merupakan Pers Radio Swasta FM mengungkapkan, ia sangat berkesan pada sosok Jamal Pohan yang terang-terangan menyatakan dalam visi misinya, yakni seorang ASN harus memiliki akhlak, kinerja dan jiwa pelayan.

“Saya mengapresiasi hal itu. Bahkan, untuk keluarganya saja, Pak Jamal Pohan memberikan ultimatum, jangan pernah ikut campur menjanjikan jabatan dan jangan ikut proyek. Ia pun menyatakan, apabila mau buka usaha, akan diusahakan modal. Bahkan, jika mau berpolitik ia akan dukung. Nah, hal ini yang pantas untuk dilakukan, bukan menjanjikan jabatan, apalagi kepada ASN dan sanak saudara,”pungkasnya. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *