‘Ledakan Bom’ Bikin Geger PLN Belawan, Ternyata…

MEDANHEADLINES.COM , Medan – Kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Sumatera Bagian Utara di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan geger, Rabu (12/2) siang. Sejumlah petugas Penjinak Bom (Jibom) dari Brimob Polda Sumut masuk ke areal kantor mereka.

Mereka mendapat informasi tentang bungkusan misterus yang disembunyikan di halaman gedung. Petugas Jibom berseragam khusus mendekati bungkusan misterius di halaman. Namun tiba-tiba bungkusan misterius itu meledak.

“Jangan mendekat, jangan mendekat,” ujar beberapa petugas keamanan yang terlebih dahulu sudah mensterilkan areal.

Sebelum ledakan bom, ternyata para pegawai juga sudah di bikin geger dengan peristiwa gempa bumi, kebakaran kantor dan orang tenggelam di laut.

Para pegawai melakukan upaya evakuasi bersama Tim dari Basarnas, PMI dan lainnya.

Sempat ada dua pegawai yang terjebak di dalam gedung saat kebakaran terjadi. Satu orang diantaranya mengalami patah di bagian kaki. Setelah dievakuasi dari dalam gedung, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dengan ambulans.

Begitu juga dengan korban tenggelam di laut. Korban diselamatkan para pegawai dengan perahu karet.

Di saat bersamaan, Kantor PLN juga diserbu warga yang protes soal pemadaman listrik.

Tapi jangan mengira rentetan musibah itu benar terjadi. Itu adalah rangkaian simulasi tanggap darurat yang digelar PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Sumatera Bagian Utara yang bekerjasama dengan PT Safindo Raya.

Pelatihan itu digelar bertepatan dengan peringatan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Manajer Unit Pelaksana Pembangkitan belawan PLN UIP Sumatera Bagian Utara Syahminan Siregar mengatakan jika pelatihan itu digelar untuk mengantisipasi terjadinya risiko saat terjadi tanggap darurat. Baik keadaan bencana alam, musibah, atau pun ancaman teror.

“Kami melibatkan banyak pihak. Mulai dari Basarnas, Pemadam Kebakaran, PMI hingga Tim Jibom dari Brimob Polda Sumut. Apalagi kita ini adalah salah satu objek vital nasional. Termasuk yang terbesar di Sumatera. Sehingga kita akan rawan terhadap yang namanya gangguan-gangguan. Baik mungkin gangguan dari dari dalam maupun dari luar,” ujar Syahminan.

Kata Syahminan, para pegawai nantinya harus siap ketika menghadapi situasi tanggap darurat. Sehingga penanganan yang dilakukan tepat sasaran dan menimbulkan risiko.

Dia pun berharap, pelatihan yang dilakukan tidak hanya berguna untuk internal PLN. Para pegawai di PLN harus bisa mengapikasikan ilmu yang didapat saat pelatihan kepada masyarakat saat terjadi tanggap darurat.

“Kami juga siap untuk membantu kondisi-kondisi yang terjadi di masyarakat. Kita dengan masyarakat harus saling membantu. Bagaimana membina hubungan baik dan kami bisa membantu mereka ketika ada bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, Training Manajer PT Safindo Raya, Edo menjelaskan, jika pelatihan tanggap darurat dan K3 tidak bisa dianggap remeh. Karena itu sangat berpengaruh pada produktifitas perusahaan.

“Kegiatan pelatihan tanggap darurat dan K3 harus terus digalakkan di berbagai industri. Karena, hal itu akan menunjukkan tanggung jawab perusahaan yang baik kepada pegawainya. Sehingga produktivitas pegawai juga meningkat,” ujar Alumni FISIP USU ini.

Pihaknya juga terus berkomitmen untuk melakukan pelatihan terhadap berbagai industri. Supaya perlindungan terhadap tenaga kerja itu bisa terwujud. Tenaga kerja akan merasa nyaman dan aman saat mejalani aktifitasnya di perusahaan.

“Dengan pelatihan ini kita berharap, para tenaga kerja bisa meminimalisir risiko adanya korban. Khususnya dalam keadaan darurat,” pungkasnya.
Berbagai pelatihan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan kerja. Penyelanggaraan K3 secara menyeluruh sangat penting. Mengingat risiko kecelakaan kerja yang bisa terjadi kapanpun. Soal penyelenggaraan K3 juga sudah diatur dalam Undang-undang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *