Raba Tubuh Stafnya, Anggota Bawaslu, Budi Sunariyanto Dipecat DKPP

Anggota Bawaslu Ngawi, Budi Sunariyanto, yang berbuat cabul. (ngawi.bawaslu.go.id)

MEDANHEADLINES.COM-Budi Sunariyanto anggota Bawaslu Ngawi dipecat karena melakukan perbuatan asusila terhadap salah satu anggota stafnya. Budi kerap meraba bagian tubuh stafnya.

Perbuatan asusila itu terungkap setelah korban melapor. Menurut korban, Perbuatan caul itu kerap dilakukan saat di dalam mobil.

Sanksi berat itu dijatuhkan setelah sidang pembacaan putusan perkara Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) di ruang sidang DKPP, Jakarta. Budi merupakan teradu dalam perkara Nomor 257-PKE-DKPP/VIII/2019.

“Memang betul ada anggota komisioner kami yang diberhentikan karena tindakan asusila,” terang Ketua Bawaslu Ngawi Abjudin Widiyas Nursanto kepada wartawan di kantornya, Jumat (6/12/2919), seperti dikutip detik.com..

Terungkapnya kasus asusila itu, kata Abjudin, berawal dari pengaduan korban secara lisan. Korban melapor kepada Kepala Sekretariat Bawaslu. Laporan tersebut dilanjutkan kepada dirinya yang kemudian sampai ke Bawaslu Provinsi Jatim dan Bawaslu pusat.

“Jadi awalnya [korban] lapor, terus kami proses. Laporan pertama ke Kepala Sekretariat. Kemudian beliau memberi tahu saya. Langkah kami sebagai pimpinan lembaga sesuai aturan dan prosedur saja,” imbuhnya.

Menurut Abjudin, korban mengaku risi saat diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku saat ada kesempatan tugas luar kota. Pelaku dan korban sering ke Surabaya untuk rapat.

“Jadi perbuatan itu dilakukan yang bersangkutan saat mendapat kesempatan tugas luar kota. Saat itu korban pasti mendampinginya dan dilakukan saat dalam mobil,” papar Abjudin.

Abjudin menambahkan, berdasarkan pengakuan korban, pelaku sering kali berbuat tidak senonoh. Tangan pelaku memegang bagian privasi tubuhnya.

“Perbuatannya ya itulah dan bagian tubuh lain yang tidak sepantasnya dilakukan. Harapan saya, ini menjadi keprihatinan. Lembaga penyelenggara pemilu harus menjaga kode etik perilaku dan sikap harus menjadi contoh untuk masyarakat,” pungkasnya.

Artikel ini sudah terbit di Suara.com

(pace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *