Cabul Pada Gadis 14 Tahun, Pria Ini Diciduk Di Tempat Persembunyian

Ilustrasi-pencabulan-perkosaan-terhadap-anak-(Shutterstock)

MEDANHEADLINES.COM, Tanjung Balai – Lelaki berinisial R alias Tuah (37) diamankan petugas Polres Tanjung Balai karena berusaha memperkosa anak di bawah umur. Niat cabul pelaku ini bermula saat melihat korbannya mandi telanjang bulat, di kamar mandi rumah korban.

Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira menerangkan, upaya pencabulan terhadap anak di bawah umur itu terjadi pada 9 September lalu, kira-kira pukul 17.30 Wib.

“Kejadiannya terjadi di kediaman korban di Kecamatan Datuk Bandar,” kata Yudha, Jumat (1/11).

Adapun aksi bejat pelaku terhadap korbannya yang masih berusia 14 tahun ini, bermula saat pelaku melihat korban sedang mandi.

R pun mengendap dan masuk ke kamar mandi. Sebelum masuk, pelaku sempat menanggalkan pakaiannya. Dia masuk ke kamar mandi dengan telanjang bulat.

Pelaku kemudian memeluk dari belakang dan mencium punggung korban. Terkejut, korban langsung melawan dan berusaha kabur dari dalam kamar mandi. Pelaku sempat menindih badan korban dan menendang kaki anak itu. Korban sendiri sempat menggigit tangan pelaku.

Aksi pelaku kemudian terhenti, setelah keluarga korban menuju kamar mandi. Dia kemudian kabur lewat pintu belakang. Ayah korban, M (40) kemudian melaporkan aksi pencabulan ini kepada polisi.

Berdasarkan laporan ayah korban, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menangkap pelaku.

Setelah dilakukan penyelidikan / penyidikan dan ditemukan bukti yang cukup bahwa tersangka telah cukup bukti melakukan tindak pidana cabul terhadap korban. Polisi kemudian menerbitkan surat perintah penangkapan pada 10 Oktober lalu.

Pengejaran terhadap pelaku dimulai. Setelah hampir tiga pekan melakukan pengejaran, barulah pada 29 Oktober kemarin, pelaku berhasil diamankan petugas. Dia diamankan petugas di wilayah Asahan.

Saat ini, R tengah mendekam di ruang tahanan Polres Tanjung Balai. Dia diancam pidana karena telah melanggar undang-undang perlindungan anak.

“Yang bersangkutan terancam pidana maksimal 15 tahun penjara, dengan denda maksimal Rp15 miliar,” pungkas Putu. (fat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.