Triwulan ke II 2019, 18 Kabupaten Di Sumut Hasilkan 171 Ribu Ton Jeruk

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Buah Jeruk saat ini menempati urutan ketiga sebagai buah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat dengan tingkat konsumsi 3,28 kg per kapita per tahun pada 2015 . Kemudian naik menjadi 3,60 kg per kapita per tahun pada 2016.

Oleh karena itu, Pemerintah pun terus berupaya meningkatkan produksi jeruk petani agar bisa memenuhi kebutuhan konsumsi buah masyarakat.

Untuk Di Sumatera Utara, Dari Data yang ada disebutkan Ada 2.139.810 Pohon jeruk yang ditanam dan telah menghasilkan 171.569.7 ton jeruk di Triwulan II tahun 2019

“Dari 33 kabupetan per kota di Sumut, penghasil buah jeruk hanya 18 kabupaten. Terbanyak produksinya yaitu Kabupaten Karo sebanyak 82.938 ton, Simalungun 61.015 ton, Dairi 11.397 ton, Tapanuli Utara 8.073 ton, Haumbahas 4.544 ton, Phakpak Barat 1.850 ton, Madina 1.119 ton, Tobasa 322,1 ton, Tapsel 192,8 ton, Asahan 58,8 ton, Sergai 33,4 ton, Labusel 6 ton, Gunung Sitoli 5,4 ton, Nias 4,1 ton, Nisel 3,4 ton, Samosir 2,5 ton, Samosir 2,5 ton, Tebing Tinggi 2,4 ton dan Labuhan Batu 0,8 ton,” ungkap Kadis Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut melalui Kasi Program, Yuspahri Perangin-angin

Dijelaskannya, Tanaman buah jeruk ini sebenarnya rentan terhadap serangan hama lalat buah. Seperti yang terjadi di Karo beberapa waktu lalu.

“Saat ada serangan hama lalat buah, kita memberikan sarana agar alat perangkap lalat buah agar ulat-ulat yang jahat itu jatuh dan ditanam, setelah lebih dulu dibakar. Alat Perangkap lalat buah itu diperoleh dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut,” tukasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *