Optimalkan Kartu Tani, Kementan Bentuk Tim Lintas Sektor

Ilustrasi Kartu Tani. (Dok : Kementan)

MEDANHEADLINES.COM – Untuk mengoptimalkan distribusi dan pemanfaatan Kartu Tani, pemerintah akan membentuk tim lintas sektor. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengatakan, saat ini sekitar 5,5 juta kartu yang sudah dibagikan.

“Memang masih ada berbagai kendala yang menyebabkan pemanfaatan kartu ini belum optimal. Pertama, butuh waktu karena ada petani yang (lokasinya) jauh di puncak gunung, jauh dari kota. Ini perlu langkah serius untuk mencapai target,” kata Sarwo, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Lokasi para petani yang jauh dari perkotaan ini, menurutnya, membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan akses sinyal atau internet. Padahal internet menjadi salah satu sarana penting untuk melakukan transaksi menggunakan kartu tani.

“Selain itu, ada pula isu terkait kebiasaan petani yang memang tidak mudah diubah,” tambah Sarwo.

Sebuah tim yang beranggotakan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, juga BUMN, dan perbankan di bawah bendera Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), akan turut andil dalam program Kartu Tani.

Tim ini, kata Sarwo akan dikomandoi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai leading sector.

“Langkah awal yang akan dilakukan tim ini adalah mengidentifikasi masalah yang menjadi penyebab kurang optimalnya distribusi maupun pemanfaatan Kartu Tani di tiap tiap daerah. Selanjutnya, tim ini akan bergerak mencari solusi sehingga pemanfaatan kartu tani bisa segera dioptimalkan,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, optimasi distribusi dan pemanfaatan Kartu Tani akan dipusatkan di tiga daerah, yakni Jawa Barat, jawa Timur, dan Jawa Tengah. Daerah-daerah tersebut menjadi kontributor terbesar terhadap produksi padi nasional.

Kartu Tani menjadi instrumen penting dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Ke depan, pemerintah berencana mewajibkan kartu tani bagi para penerima pupuk bersubsidi.

“Selain pupuk, Kartu Tani juga akan menjadi akses untuk mendapatkan bantuan benih, penyewaan alat dan mesin pertanian (alsintan), dan pendanaan berupa kredit usaha rakyat (KUR),” pungkasnya.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *