Tiga Tersangka Baru Korupsi Taman Tapian Siri-siri dan Rajabatu

Tiga tersangka baru korupsi Taman Tapian Siri-siri dan Rajabatu di Kabupaten Madina. Handout

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kembali menetapkan dan menahan tiga tersangka baru korupsi proyek pengerjaan ruang terbuka hijau Taman Tapian Siri-siri dan Taman Rajabatu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Ketiga tersangka adalah pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemkab Madina, yaitu Plt Kepala Dinas berinisial SD (46), Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) berinisial NS (45) dan (LS). Ketiganya diduga telah merugikan negara sebesar Rp2,8 miliar.

“Sejak dua bulan lalu mereka ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Selasa (10/9).

Sumanggar menjelaskan, setelah lima jam menjalani pemeriksaan akhirnya penyidik menetapkan ketiga sebagai tersangka dan melakukan penahan pada Selasa siang.

“Para tersangka dititip ke Rutan Tanjung Gusta untuk 20 hari ke depan. Alasan penahanan karena tersangka dinilai tidak kooperatif, mangkir saat panggilan pertama,” ujarnya.

Peran ketiganya dalam proyek yang dikerjakan mulai 2016 sampai 2017 ini adalah tidak membuat kontrak kerja terlebih dahulu sebelum membangun Taman Rajabatu. Proses pencairan dana kepada pelaksana pekerja dilakukan pejabat pengadaan, hal itu untuk merekayasa administrasi pengadaan langsung.

“Seolah-olah metode pengadaan langsung benar dilaksanakan,” ungkap Sumanggar.

Selain itu, sambungnya, pembangunan proyek berada di daerah aliran sungai dan sempadan sungai Aek Singolot dan Batang Gadis yang dilarang mendirikan bangunan permanen.

“Proyek ini telah mengakibatkan kerugian keuangan negara daerah Kabupaten Madina dengan total mencapai Rp2,8 miliar,” tambahnya.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Sebelumnya, Kejati Sumut telah menetapkan tiga pejabat di Dinas Perkim Madina sebagai tersangka. Ketiganya yaitu Plt Kadis Rahmadsyah Lubis, dan dua PPK masing-masing Edi Junaidi dan Khairullah Akhyar. Ketiganya ditahan di Rutan Tanjung Gusta sejak Juli 2019 lalu. (AFD)

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *