Terkait Warna BB Berubah di Polres Binjai, LBH Medan Minta Propam dan Wasidik Polda Sumut Turun Tangan

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mendesak Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) dan Pengawasan Penyidikkan (Wassidik) Polda Sumatera Utara, harus turun tangan dalam menangani berubahnya barang bukti (BB) pil ekstasi saat konferensi di Polres Binjai pada Selasa (27/8) lalu.

Hal itu dikatakan Direktur Utama LBH Medan Ismail Lubis. Ismail menegaskan, jika memang ada oknum penyidik dari Sat Narkoba Polres Binjai yang terbukti menyelewengkan BB pil ekstasi itu, maka harus ada konsekuensinya. Apalagi, kasus ini terus mencuat di media massa. Jika tidak ditindaklanjuti, kasus ini akan menjadi preseden buruk bagi kepolisian, khususnya Polres Binjai.

“Di sini Propam dan Wassidik Polda Sumut harus turun tangan untuk menyelidikinya. Jangan bermain-main dengan temuan barang bukti. Ini bisa menimbulkan preseden buruk di tengah masyarakat,” ujar Ismail, Selasa (10/9).

Ismail menambahkan, barang bukti narkoba baik itu hasil ungkapan maupun temuan harus diawasi. Apalagi dalam jumlah besar.

“Itu harus diawasi sampai ke pengadilan. Jangan sampai barang bukti itu malah dimanfaatkan untuk kekayaan pribadi oknum polisi. Kita ketahui sendiri masih banyak oknum yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Tidak ada gunanya lagi aparat kepolisian memberantas narkoba, jika kasus seperti ini terus terjadi,” tegas Ismail.

Diketahui sebelumnya, pil ekstasi berubah warna saat akan dirilis di Polres Binjai pada Selasa (27/8) lalu. Hal ini diketahui saat Kasat Narkoba Polres Binjai AKP M. Yunus Tarigan menunjukkan barang bukti sebanyak 2 bungkus plastik pil ekstasi warna hijau dan 3 bungkus plastik pil ekstasi warna biru terlihat pada gambar.

Namun, saat Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto memaparkannya, barang bukti tersebut terlihat menjadi 3 bungkus plastik pil ekstasi warna hijau, sedangkan pil ekstasi yang berwarna biru cuma ada 2 bungkus.

AKP M Yunus yang dikonfirmasi, pada Rabu (4/9/) sekira pukul 17.00 WIB mengatakan, kalau hal tersebut hanya kesalahan pada foto. “Salah foto itu, salah foto,” ujarnya melalui telepon seluler.

Selang beberapa menit, M Yunus kembali menghubungi wartawan. Dia mengatakan kalau barang bukti pil ekstasi yang dimaksud ada dibelakang, sehingga tidak terlihat.

“Ada di belakang, karena ada lapisan alumuniumnnya, jadi tidak terlihat. Jadi terlihat depan beda, belakang beda,” tutur Yunus.

Akan tetapi, begitu dikirim foto melalui pesan whatsApp terkait berbedanya warna pil ekstasi itu, M Yunus langsung membantahnya. “Kayaknya yang ujung terbalik,” sebutnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai ada mengamankan lima kilogram sabu dan 24.725 butir pil ekstasi tak bertuan. Barang haram itu ditemukan dari terminal Bus Bintang Utara, Jalan Ikan Paus.

Pengungkapan berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan akan ada pengiriman narkoba dari Kota Dumai, Provinsi Riau menuju Binjai. Polisi langsung meluncur ke TKP yang dimaksud. Setibanya di sana, polisi menemukan kardus rokok bertuliskan nama pengirim nama Anwar dari Dumai dan nama penerima Hanif tujuan Kota Binjai.

Guna mengungkapnya, polisi berusaha menunggu orang yang akan mengambil paket tersebut. Namun setelah dua hari menunggu paket tak kunjung diambil.

Diduga pelaku sudah mengetahui bahwa paket miliknya sudah diamankan polisi. Selanjutnya seluruh barang bukti itu sudah dibawa ke Mapolres Binjai untuk penyelidikan lebih lanjut.(AFD)

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *