Kerap Mengaku Polisi Saat Beraksi, Komplotan Pencuri Bersenjata Diringkus Polisi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut berhasil meringkus empat dari enam pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) belum lama ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian Djajadi mengatakan keempat pelaku yakni Gokroha Satu Sangkapta Manalu (37) warga Jalan Garuda I, Kelurahan Baru, Percut Sei Tuan, Muda Remaja Parlis alias Aris (37) warga Jalan Wasono, Kelurahan Perintis, Medan Timur. Berikutnya Andri Syahputra (30) warga Jalan Pelikan Raya, Kelurahan Kenanga, Percut Sei Tuan dan Muhammad Rahul (26) warga Jalan Mayjend Sutoyo, Kelurahan Kesawan, Medan Barat.

Sementara kedua pelaku yang masih dalam pengejaran polisi berinisial S alias T (40) warga Jalan Letda Sujono, Kelurahan Benteng Hilir, Percut Sei Tuan dan B (35) warga Pasar V Tembung, Percut Sei Tuan.

“Ketika beraksi komplotan tersebut selalu mengaku sebagai anggota polisi,” kata Andi Rian Djajadi dalam keterangan tertulisnya saat memaparkan kasus di Polda Sumut pada Kamis (11/7) siang.

Andi Rian menjelaskan, peristiwa pencurian dengan kekerasan pada M Imam Syahfii terjadi pada Jumat (28/6) sekira pukul 01.20 WIB. Waktu itu, warga Jalan Haji Jalal Gang Tabah, Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Sedang, sedang duduk di atas sepeda motornya di pinggir jalan Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Disaat bersamaan, mobil minibus warna silver yang ditumpangi komplotan pelaku berhenti tepat di depan M Imam Syahfii. Lalu keenam pelaku turun dan langsung mendekati korban sembari mengaku bahwa mereka dari anggota kepolisian.

“Di situ mereka menuduh korban sebagai bandar narkoba. Mereka lalu menodongkan senjata airsoft gun dan menutup kepala korban menggunakan kain goni,” ungkap Andi Rian.

Aksi pelaku tak sampai di situ, mereka juga  memiting leher korban dan menjatuhkannya ke tanah. Setelah itu mereka menaikan korban ke dalam mobil sementara sepeda motornya dibawa pelaku lain dengan cara di tarik.

“Di dalam mobil korban diborgol dan dipukuli para pelaku. Pelaku lain juga mengambil telepon genggam korban, selanjutnya korban diturunkan di Lapangan Bola Ladon di daerah Tembung, Percut Sei Tuan,” beber Riyan.

Kepalasubbidang (Kasubbid) Penerangan Masyarakat AKBP MP Nainggolan menambahkan, penangkapan terhadap komplotan Curas tersebut berdasarkan laporan dari korban. Begitu mendapat laporan, polisi bergerak cepat dan berhasil meringkus para pelaku selang beberapa jam usai kejadian.

“Satu dari empat pelaku berstatus sebagai anggota Polri yang ikut menangkap korban,” kata AKBP MP Nainggolan.

Selain keempat pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya, dua pucuk senjata airsoft gun dengan merek Taurus dan KWC berikut magazen, satu kotak minyak rambut yang berisi peluru mimis, dua tabung gas airsoft gund dan satu buah tas sandang.

Selanjutnya satu buah borgol tangan, satu unit handphone Samsung Duos warnaPutih, satu lembar STNK Nomor : 00477176 tanggal 10 September 2018 dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna Putih BK 2033 MX yang merupakan hasil kejahatan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan S.Parman Medan dan masih dalam penyelidikan untuk mengetahui korbannya. (Afd)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *