Desakan Muscalub di DPD Partai Golkar Tapteng Tuai Kegaduhan

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Sejumlah pengurus DPD Partai Golkar Tapanuli Tengah mendesak agar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscalub) segera dilaksanakan untuk memilih ketua Defenitif.

Hal ini disampaikan salah satu kader Partai Golkar Tapteng saat ditemui di kantor Cabang DPD Partai Golkar Tapanuli Tengah yang bertempat di Pandan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

“Kami meminta agar muscalub segera dilaksanakan, ini demi kepentingan kita bersama (Partai Golkar),” kata Ketua Pemuda dan Olah Raga DPD Partai Golkar Tapteng, Robert Siahaan, Kamis (11/7).

Dikatakan Robert, desakan muscalub ini tidak hanya dari dirinya saja, namun beberapa ketua kecamatan juga mendesak agar DPD Partai Golkar Tapteng segera melakukan muscalub.

“Saya meminta seluruh kader partai Golkar di Tapteng harus benar-benar utuh dan tidak ada kepentingan lain. Selain membesarkan partai Golkar, anggota DPRD yang telah duduk dari partai Golkar juga harus mau memikirkan kader Golkar,” katanya.

Pantauan di lokasi, desakan muscalub pada rapat pleno tersebut sempat terjadi ketegangan. Beberapa kader pun saling melemparkan argumen. Kritikan pedas dari Robert Siahaan pun merubah situasi rapat pleno semakin memanas.

“Jangan halangi dan batasi saya memberikan pendapat di rapat ini, saya pengurus partai Golkar juga, hargai saya. Mau apa kalian, kalau sudah seperti ini, nggak takut lagi aku mati,” kata Robert dengan penuh amarah.

Sementara itu, Plh Ketua Partai Golkar Tapteng, Buyung Sitompul, mengatakan desakan muscalub dari beberapa kader Partai Golkar terjadi saat kunjungan kerja Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung.

“Saya juga baru tau kalau hari ini sedang dilakukan rapat pleno untuk memperluas kepengurusan DPD Partai Golkar di Tapanuli Tengah,” kata Buyung.

Masih kata Buyung, meski tak menyebutkan orangnya, ia menilai bahwa kegaduhan yang terjadi dalam rapat pleno tersebut karena adanya pihak lain yang ingin mencampuri urusan partai Golkar Tapteng.

“Saya menilai sudah ada di internal partai ini (Golkar) sudah main di luar (Partai lain). Gejolak ini bukan dari mana-mana, gejolak ini karena plt Ketua DPD Partai Golkar tidak pernah datang. Saya menduga tanda tangan plt ketua pun tandatangan palsu yang di tandatangani oleh sekjen dengan cara di scan tanpa ada konfirmasi kepada saya sebagai ketua Plh (pelaksana harian),” kata Buyung.

Dikatakan Buyung, dilaksanakannya rapat pleno di Partai Golkar tersebut membuat dirinya merasa dikucilkan sebagai Plh Ketua Partai Golkar Tapteng. Pasalnya, dirinya mengaku tidak mendapatkan selembar undangan untuk menghadiri rapat pleno tersebut.

“Ngeri nggak, sebagai ketua Plh saya tidak diundang, ada apa ini? Bahkan melalui WA pun saya tidak ada kabar, coba buka kalian kalau memang ada,” kata Buyung dengan nada kesal.(hen)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *