Reviu Kurikulum, Untuk Standar Pendidikan Pariwisata Yang Mumpuni

MEDANHEADLINES.COM – Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata Medan bekerja sama melaksanakan Workshop  Lanjutan terkait Review Kurikulum yang ke 4 yang berlangsung pada tanggal 13-14 Juni 2019 di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan.

“Seluruh PTNP kedepannya akan memiliki standar dan pedoman yang mumpuni dalam pelaksanaan pendidikan pariwisata. Hal ini merupakan tujuan dari seluruh kegiatan workshop reviu kurikulum yang dilaksanakan secara bertahap,” sahut Direktur Politeknik Pariwisata Medan Anwari Masatip. Kamis (13/6)

Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya SE, MM selaku Asdep SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga yang juga merupakan Koordinator Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata Kementerian Pariwisata.

“Melalui workshop ini diharapkan agar seluruh PTNP dapat segera menuntaskan review kurikulum dan menghasilkan buku pedoman untuk dapat di finalisasi pada pertemuan selanjutnya,” sahut Wisnu dalam sambutannya.

“Buku pedoman yang kita buat harus berisi tentang plan, do, check dan action, dengan demikian kita akan lebih mudah mengarahkan mahasiswa dan ada keseragaman pedoman pelaksanaan pendidikan di seluruh PTNP,” tambahnya.

Tugas utama dalam workshop tahap 4 ini adalah membuat pedoman tata cara pelaksanaaan praktek kerja lapangan (PKL) dan praktek kerja nyata (PKN), dimulai dari perencanaan, pelaksanaam dan evaluasi. Pedoman ini akan di berikan kepada industri dan para mahasiswa terkait sehingga mereka paham apa yang dibutuhkan dan apa yang akan diberikan saat pelaksanaan PKN dan PKL.

“Selain pembahasan terkait kurikulum, kita juga harus mempertimbangkan hal terkait dengan karir dosen. Kita juga harus menciptakan pedoman untuk memberikan peluang kepada dosen dalam meningkatkan kompetensi mereka di industri pariwisata. Terutama para dosen muda yang nantinya akan membimbing para mahasiswa. Dosen yang kompeten akan menghasilkan mahasiswa kompeten juga,” pesan Ni Wayan Giri Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata Kemenpar.

Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Politeknik Pariwisata Bali, Politeknik Pariwisata Medan, Politeknik Pariwisata Makassar, Politeknik Pariwisata Lombok, dan Politeknik Pariwisata Palembang.

Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini yaitu Bapak Dr. Elidjen dari  Universitas Bina Nusantara yang membawa materi Kurikulum Berbasis Digital dan Bapak Dr. Ir. Sudi Ariyanto, M.Eg yang membawa materi tentang pembelajaran berbasis e-learning.

PTNP harus menciptakan ide-ide agar para dosen dapat berkecimpung dalam dunia industri. Misalnya dengan menempatkan salah satu dosen menjadi manager di sebuah hotel selama 3 bulan sehingga pengetahuan tentang industri hotel semakin meningkat dan up to date.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, people are the real differentiator. Artinya, yang membedakan antara 1 bangsa dengan bangsa lainnya adalah manusianya. Yang membedakan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain adalah manusianya.

“Begitu pun yang membedakan antara 1 keluarga dengan keluaga lain adalah manusianya. Dan yang membedakan antara 1 manusia dengan manusia lain adalah karakter dan kompetensinya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Dalam dunia pendidikan, pelatihan dan sertifikasi menjadi salah satu tugas utama yang harus diemban oleh PTNP. Tujuannya adalah untuk memastikan dan memelihara kompetensi yang telah didapat melalui proses pembelajaran. Baik formal, non formal, pelatihan kerja, ataupun pengalaman kerja.

“Karena dalam dunia kerja, kompetensi harus dipelihara. Bukan hanya pernah kompeten, tetapi kompeten dan terus kompeten, sehingga benar-benar menghasilkan sumber daya manusia yang professional,” tegasnya.(red)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *