Polsek Percut Bantah “Tangkap Lepas” dengan Mahar Rp30 Juta

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kepolisian Sektor (Polsek) Percut Sei Tuan membantah pemberitaan dibeberapa media harian terbitan, Senin (11/6/2019). Dalam pemberitaan tersebut, pihak Polsek Percut Sei Tuan dituding menerima uang Rp30 juta saat memulangkan seorang pria yang diamankan dalam penggrebekan beberapa waktu lalu.

Terkait pemberitaan itu, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto angkat bicara. Kepada awak media ia mengatakan bahwa pihaknya memang ada melakukan penggrebekan di Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Minggu 26 Mei 2019 sekira pukul 17.00 WIB.

Dari sebuah cakrok yang ada di lokasi, pihaknya ada mengamankan seorang pemuda bernama Riki. Sementara beberapa orang lainnya yang sempat berkumpul di cakrok tersebut berhasil kabur.

“Namun saat digeledah, personel tidak ada menemukan barang bukti narkoba jenis sabu di badan Riki,” kata Subroto di Polsek Percut Sei Tuan, Selasa (11/6/2019).

Akan tetapi, sambung Subroto, ketika melakukan penggeledahan di sekitar cakrok, personel ada menemukan banyak plastik klip kosong (tempat simpan sabu) yang berjarak sekitar dua meter dari Riki. Atas temuan itu personel membawa Riki ke Mapolsek untuk diambil keterangannya.

Setelah diambil keterangannya, lanjut Subroto, bahwa Riki tidak terbukti ada memiliki dan menguasai narkoba baik itu jenis sabu maupun yang lainnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Polsek Percut Sei Tuan menghubungi keluarga Riki guna menjemput Riki di markas komando pada Senin (27/5/2019).

“Sekira pukul 16.00 WIB, Riki diserahkan atau dikembalikan kepada pihak keluarga tanpa ada memberikan mahar atau uang apapun,” jelas Subroto.

“Jadi berita yang mengatakan Polsek Percut Sei Tuan ada menerima mahar atau uang Rp.30 juta tidak benar. Di sini kita klarifikasi supaya yang lain tau,” tegas mantan Kasubbag Humas Polrestabes Medan ini.

Masih dikatakan Subroto, atas pemberitaan tidak benar yang ditudingkan kepihaknya, ia mengaku sedikitpun tidak menaruh dendam dengan oknum wartawan yang membuat berita bohong tersebut. Ia malah mengatakan kedepannya akan tetap menjalin kerjasama yang baik dengan insan pers.

“Sedikitpun saya tidak dendam, apalagi dengan wartawan. Saya akan tetap menjaga sinergitas kepada para awak media,” jelas Subroto sembari menebar senyum kepada awak media yang me-wawancarainya (Afd).

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *