Sidak Ke Disperindag Sumut, Gubernur Harapkan Perubahan Di Jajaran ASN

MEDANHEADLINES.COM, Medan -Di hari pertama masuk kerja pasca libur panjang lebaran 2019, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Sejumlah Dinas yang ada diwilayah Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.

Salah satunya adalah dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Saat memasuki kantor tersebut banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di sana tampak kaget

Usai memasuki kantor tersebut, Edy langsung melontarkan kritik pedas. Dia mengomentari soal kebersihan lingkungan kantor. Karena Edy kaget, kenapa kondisi kantor ditumbuhi ilalang.

โ€œHalaman kalian saja tidak bisa kalian benahi. Saya masuk di situ ada alang-alang. Baik sekarang tidak usah ngantor kalian, bersihin itu di luar, tadi saya masuk ada main hp ada apa,โ€ ketus mantan Pangkostrad itu.

Edy Rahmayadi juga meninjau sejumlah ruangan yang ada di Dinas Perindag. Dia semakin kesal karena melihat banyak ASN yang dianggap bersantai pada jam kerja.

Bahkan Edy pun mengecek komputer yang digunakan ASN. Edy semakin terkejut ketika mendapati ada ASN yang tidak bisa mengoperasikan komputer.

โ€œSaya minta maaf sama kalian, saya mau ini diluruskan semua, kalau enggak kalian pulang, ngurusi suami, yang perempuan ngurusi anak daripada di sini tak ada kerja kalian , kalian ngomongi orang , bedosa kalian,โ€ tukasnya.

Dalam Sidak tadi mantan Ketum PSSI itu juga menyoroti soal gemuknya jumlah tenaga honorer di jajarannya. Data yang dihimpun, ada 4.800 tenaga honorer yang kini aktif di jajaran Pemprov Sumut. Jumlah itu menghabiskan anggaran sekitar 1,2 triliun per tahunya.

Dalam Sidak itu Edy juga sempat menanyai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sejumlah ASN. Namun Edy menyesalkan, karena beberapa dari mereka tidak menyimpan dan hapal tupoksinya masing-masing.

“Saya ingin ASN masing-masing memegang Tupoksinya, biar dia tahu apa yang dia kerjakan. Dia inikan pelayan masyarakat, itu yang harus dia kerjakan. Sehingga benar-benar berfungsi, bukan hanya sekadar mengantor,” katanya.

Di hari pertama kerja usai libur Idul fitri kehadiran ASN diklaim sebesar 98 persen. Ada 77 ASN yang tidak hadir tanpa keterangan di jajaran Pemprov Sumut. Bagi yang tidak hadir, dipastikan akan diberi sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Yang melanggar ketentuan ini kita akan tindak, tetapi tentunya kita lihat kenapa dia tidak hadir. Untuk sanksinya itu pemotongan tunjungan TPP hingga hukuman disiplin,” pungkasnya. (goy)

Please follow and like us:
error0

One thought on “Sidak Ke Disperindag Sumut, Gubernur Harapkan Perubahan Di Jajaran ASN”

  1. Subhanallah ,,, mantap ๐Ÿ‘ pak ,,, baru x ini ada tingkat pemimpin yg melakukan sikap seperti ini
    Bagi saya secara mewakili masyarakat tindakan tegas itu sangat penting bagi masyarakat khusus nya yg ada di wilayah Sumut ,
    Dan apa yg bapak lakukan ini sangat mulia se x ,, demi kesadaran di setiap para jajaran oknum yg duduk di porsi nya masing masing,agar memahami dan menge
    Mbani rasa tanggung jawab sebagai karyawan mau pun sebagai pimpinan
    Dan bukan sekedar makan gaji buta yg bersandang kan sebagai pegawai negeri saja ,
    Saya bangga punya GUBERNUR seperti bapak ๐Ÿ‘†๐Ÿ™๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ demi kemajuan daerah maupun wilayah harus punya pemimpin yang bermartabat ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‘†

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *