Ricuh Hasil Pemilu, Dadang Darmawan : Indonesia Kehilangan Para Negarawan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kericuhan yang terjadi sebagai buntut dari pemilu 2019 menambah catatan buruk demokrasi di Indonesia. Kontestasi politik yang menyebabkan perpecahan di masyarakat haruslah benar-benar diperhatikan agar tidak melebar dan menyebabkan kericuhan yang lebih besar lagi

Disaat seperti ini, Pengamat sosial politik Dadang Darmawan Pasaribu mengatakan, Kehadiran para negarawan yang menjadi patron bagi masyarakat sangat penting untuk memberikan kesejukan ditengah situasi yang sedang panas-panasnya

Ia juga berharap, demokrasi di Indonesia bisa kembali kepada Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Dadang Darmawan mengatakan, di tengah kekisruhan politik, Indonesia banyak kehilangan sosok tokoh bapak bangsa. Kondisi ini sudah terjadi beberapa tahun belakangan.

“Kita kehilangan para negarawan, sehingga praktis, apapun situasi yang berkembang dalam konteks politik dan lainnya tidak ada penyeimbang dan tidak ada narasi-narasi yang menyejukkan memberi ketenangan ditengah masyarakat,” kata Dadang Rabu (22/5).

Mantan Ketua Umum Badko HMI Sumut itu juga berpendapat, saat ini elit politik dan pengamat serta para tokoh malah ikut terbelah menjadi dua bagian. Terikut dalam pusaran kontestasi politik.

“Dalam kekosongan ini, negarawan yang sebetulnya lah yang kita harapkan,” ujarnya.

Saat ini, situasi politik sudah menemui jalan buntu. Tuntutan yang saat ini disuarakan oleh masyarakat tidak bisa disahuti secara politis oleh pemerintah mau pun oleh penyelenggara Pemilu.

“Faktanya begini, kubu 02 (Prabowo-Sandiaga) ini selalu narasinya meminta adanya keadilan dan penghentian kecurangan. Dan itu direspon sebaliknya oleh KPU atau pun Bawaslu secara hukum. Tidak ada upaya yang lebih maju ketimbang langkah hukum yang diminta KPU atau Bawaslu,” terangnya.

Bagi Dadang, ini yang dianggap menjadi salah satu penyebab masalah dalam kontestasi politik.

“Akhirnya semua tidak terjawab dan 02 akhirnya membuat langkah langkah politik, speerti aksi massa dan sebagainya. Kalau ini bisa diseriusi semua pihak, kita semua harus berupaya mencari jalan keluar. Kita harusnya memberi keleluasaan kepada 02, karena yang saya tangkap semua permasalahaan ini akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Oleh karena itu semua pihak harus memberi jalan dan pembuktian,” jelasnya.

Dadang juga menyampaikan kritik terhadap kondisi media sosial yang sudah tidak sehat lagi. Menurut akademisi USU itu, Medsos hanya menjadi ring tinju para provokator.

“Banyak pihak sudah memperkeruh jagad maya kita. Karena hampir bisa dikatakn, narasi kebencian, peperangan wacana paling parah hari ini di Media sosial. Semua pihak harus mendinginkan ini,” tukasnya.

“Pihak yang menang harus menahan diri. Karena ini baru pengumuman bukan ketetapan dari KPU,” ujarnya.

Kisruh politik, kata Dadang akan semakin meluas jika tidak ada penyeimbang dari semua wacana yang digulir. Kebijakan para negarawan dan para tokoh publik sangat dibutuhkan saat ini untuk mengimbangi wacana yang ada.

Potensi kisruh politik bisa saja terjadi karena upaya yang dilakukan kubu 02 selama ini belum mendapatkan respon signifikan dari para penyelenggara.

“Media sosial juga turut memperkeruh dan kita dihadapkan berita-berita yang tidak diketahui juntrungannya seperti apa. Dan itu memancing kita, yang buahmya kita petik hari ini,” katanya.

Dadang juga melihat, kondisi politik saat ini bercampur dengan fanatisme yang tinggi. Para pendukung kedua kubu gelap mata melihat dinamika politik yang ada.

Fanatisme juga yang mengancam runtuhnya persatuan di tengah masyarakat. Dadang pun mengimbau agar masyarakat tidak terikut-ikut dengan fanatisme buta yang saat ini terjadi.

“Kita berharap masyarakat bisa tenang. Harus bisa lebih sabar melihat situasi ini. Jangan membawakan fanatisme. Walau pun kita tahu, pancingan emosi kita, provokasi di media sosial sangat luar biasa m. Dan itu bisa memancing keruh ditengah masyarakat,” pungkasnya. (red)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *