Lapas Langkat Rusuh, Kapolda Imbau Napi Segera Serahkan Diri

MEDANHEADLINES.COM, Medan -Para napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas III Hinai, Langkat yang kabur usai terjadinya kerusuhan dilapas tersebut diminta untuk segera menyerahkan dirinya.

Hal Ini di tegaskan kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto karena menurutnya Kabur bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah, tapi justru malah menambah masalah baru.

“Sebaiknya jalani sisa hukuman. Karena lari bukan menyelesaikan masalah, dan malah menambah masalah baru. Jadi serahkan diri, daripada menyesal belakang hari,” Tegasnya.

Terkait tindakan yang akan dilakukan, Kapolda menyatakan bahwa personel dilapangan sudah tahu untuk berbuat apa.

“Dilapangan tentunya anggota sudah tahu ancamannya, dan tidak perlu diperintah,” tegasnya.

Selain itu, dalam menyikapi kaburnya tahanan itu, Agus mengakui, Polda Sumut dan jajaran akan melakukan razia secara ketat. Pemeriksaan terhadap pengendara dan penumpang umum serta barang bawaan dilakukan di wilayah perbatasan untuk mencegah ke luarnya para napi dari Kabupaten Langkat.

“Kita sudah perintahkan anggota di lapangan melakukan razia untuk mencegah kaburnya (ke luar Langkat) para napi itu,” jelasnya.
Sejauh ini, sambung dia, koordinasi juga telah dilakukan dengan Lapas Narkotika Hinai Langkat untuk mempermudah pengejaran para napi yang melarikan diri, termasuk identitas dan ciri-cirinya.

“Pendataan para napi yang melarikan diri sudah dilakukan, supaya dapat segera ditangkap kembali,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kaburnya para tahanan ini dilakukan dengan cara menjebol dan membakar lapas sekitar pukul 13.45 WIB. Akibatnya, sebanyak sekitar 200 orang napi kemudian melarikan diri.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab para tanahan tersebut melakukan pembakaran. Namun, sempat beredar kabar, kerusuhan itu diawali pertengkaran antara napi dengan sipir (petugas) lapas.

Karena saat penindakan terhadap napi yang menggunakan handphone (HP) petugas dikabarkan melakukan kekerasan. Sehingga hal ini memicu emosi napi lainnya dan kemudian terjadi kerusuhan. (red)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *