Monitor Perolehan Suara, TKD Jokowi-Ma’ruf Tugaskan Saksi Dari Partai Politik

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Untuk ikut membantu merekapitulasi perolehan suara Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Sumatera Utara, Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumatera Utara menugaskan para saksi dari setiap partai politik pendukung di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Sekalipun kita berbeda kepentingan utk Pileg (pemilihan legislatif), tapi untuk Pilpres, kita memberikan penugasan kepada seluruh saksi-saksi partai politik pendukung. Bahwa selain (tugas saksi) Pileg masing-masing partai, juga untuk Pilpres,” ungkap Juru Bicara TKD Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan

Sutrisno menjelaskan jika penugasan tambahan kepada saksi partai pendukung sebagi wujud usaha mengawal perolehan suara Jokowi-Ma’ruf dalam Pemilihan Presiden 17 April mendatang. Hal tersebut sudah disepakati oleh seluruh partai politik pendukung di Sumatera Utara.

Selain tambahan saksi dari partai politik pendukung, TKD Sumatera Utara juga telah menyiapkan masing-masing 1 orang yang akan berada didalam TPS untuk mengawal suara Jokowi-Ma’ruf. Saksi tersebut ditambah dengan 2 hingga 3 orang per TPS yang juga akan membantu saksi ditugasan dari luar TPS.

Sehingga dengan komposisi 2 hingga 3 orang per TPS, jumlah saksi Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres kedepan mencapai puluhan ribu orang.

“Misalnya di Mandailing Natal ada 330 desa. Kalau per desa ada 2 atau 3 TPS, itu saja sudah hampir seribu TPS. Jadi kalau kita ratakan seribu TPS perkabupaten, kalau ada 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara, jumlah sudah 33 ribu TPS. Kita bulatkan saja 30 ribu, jadi saksinya paling kurang 50 sampai 100 ribu orang,” rinci Sutrisno.

Disisi lain, Sutrisno mengatakan jika selama hari tenang, TKD Sumatera Utara menginstruksikan kepada tim dilapangan untuk membantu masyarakat yang belum mendapat undangan memilih atau C6. Usaha tersebut guna memenuhi hak pilih warga negara di Sumatera Utara untuk memilih pemimpinnya. Sebab kecenderungan yang didapat, masyarakat terkesan akan malas untuk memilih jika tidak mempunyai C6, meskipun sebenarnya sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Sutrisno juga memastikan jika Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf berkomitmen untuk tidak melakukan usaha-usaha pemenangan yang melanggar hukum.

“Kalau ada oknum yang mengaku tim kami yang melakukan, itu hanya mengait-gaitkan dengan kita. Karena itu bagian dari komitmen kita untuk menjaga kualitas demokrasi kita. Kita mau menang, tapi dengan cara-cara bersih dan beradab,” tegas Sutrisno. (ask)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *