Praktisi Intelijen Gugah Kecerdasan Masyarakat, Menuju Pilpres Diindikasi Aparat Masih Bermain

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Munuju 17 April 2019, didindikasikan akan ada pengarahan besar-besaran untuk memilih salah satu pasangan calon yang dilakukan oleh aparatur negara, serta intelijen negara. Hal ini disampaikan Praktisi Intelijen, Fauka Noor Farid.

Saat berbincang dengan medanheadlines.com, Fauka Noor Farid menjelaskan, bahwa hawa Pemilihan Presiden (Pilpres) semakin tinggi. Sebab, melalui data di lapangan, salah satu kubu, yakni kubu petahana sudah gamang, dengan besarnya respons positif untuk kubu 02.

Melalui analisis intelijen, Fauka Noor Farid menjelaskan sudah tampak jelas, menuju detik-detik akhir Pilpres nanti, akan dilakukan berbagai upaya untuk mengarahkan masyarakat untuk memilih kubu petahana.

“Sudah terindikasi, ada tahapan-tahapan strategi yang akan mereka lakukan. Ya, disayangkan aparat negara yang harusnya netral, malah melakukannya. Pertama mereka akan mendata pemilih, dengan mendekati secara persuasif bahkan intimidatif, lantas memberikan uang. Di detik akhir, mereka juga akan memastikan bahwa pilihan tidak lari, jadi ada pengarahan dan memastikan untuk memilih kubu 01,”ujarnya Rabu (3/4/2019).

Maka dari itu, lanjut Fauka Noor Farid, masyarakat harus waspada dengan adanya indikasi bermainnya intelijen dan aparat negara di detik-detik terakhir Pilpres.

“Akan ada sebentuk serangan fajar yang mereka lakukan. Jadi, masyarakat harus waspada, dan tetap gunakan kecerdasan, pakai akal sehat. Jangan mau diintimidatif,”katanya.

Fauka Noor Farid menuturkan, kecerdasan masyarakat akan menjadi pemenang dalam Pilpres.

“Saya pikir masyarakat sudah cerdas, jadi tetap waspada dengan permainan intelijen dan aparat negara yang mengarahkan itu. Pilih pemimpin yang dikehendaki rakyat, tanpa adanya intimidasi dari orang-orang yang sudah gamang dengan kondisi saat ini,”pungkasnya. (raj)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *