Suhu Udara Di Sumut Meningkat, Ini Penjelasan BMKG

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah I Medan membeberkan penyebab meningkatnya suhu udara di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.

BMKG juga memastikan peningkatan suhu udara ini bukan disebabkan Badai Geomagnetik Melainkan karena angin bersifat divergen yang membuat awan menjadi tidak terbentuk.

Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Martha Rosefina Manurung menjelaskan jika angin-angin kuat dari arah timur ke utara saat ini lebih menyebar atau bersifat divergen.

“Jadi susah terbentuk aktivitas awan-awan konveksi atau kovergen. Sehingga membuat suhu didaerah menjadi lebih tinggi,” Ungkapnya

Lebih lanjut Martha mengatakan suhu tertinggi di wilayah Sumatera Utara terjadi pada siang tadi. Suhu tertingginya berkisar 33 derajat celcius dengan kecepatan angin 20 per jam dan kelembaban udara 60 persen.

Secara umum, Martha menyebut Indonesia termasuk dalam wilayah Ekuator. Sehingga kemungkinan terdampak badai geomagnetik sangat kecil.

“Jadi ini bukan karena badai matahari. Ini karena pelontaran massa korona di matahari atau aktifitas di matahari itu sendiri,” sambung Martha

Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini badai matahari diperkirakan menuju bumi. Akibatnya, dampak badai matahari tersebut akan membuat terganggunya Global Positioning System (GPS), sinyal ponsel hingga saluran TV digital.(red)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *