Atasi PMKS, Dinas Sosial Tapteng Sediakan Rumah Singgah Sementara

Rumah Singgah Dinas Sosial Tapteng

MEDANHEADLINES.COM, Tapteng – Untuk menangani Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Dinas Sosial (Dinsos) Tapteng saat ini telah menyediakan rumah singgah sementara bagi gelandangan dan pengemis, terutama ODGJ (Orang dengan gangguan jiwa) hingga WTS (Wanita Tuna Susila).

Kepala Dinas Sosial Tapteng, Parulian Sojuangon Panggaben mengatakan, bahwa saat ini Dinas Sosial Tapteng telah bekerjasama dengan pihak RSUD Pandan dengan memanfaatkan salah satu bangunan yang tidak digunakan untuk rumah singgah bagi PMKS.

“Sebelum kita rujuk ke rehabilitasi di Medan, mereka itu terlebih dulu kita beri perawatan,” kata Parulian, Jumat (11/01/2019).

Parulian juga menjelaskan, penyandang kesejahteraan sosial tidak semua akan di rujuk ke Medan sebelum melengkapi persyaratan atau kriteria yang sudah ditentukan.

“Kita lengkapi dulu berkasnya, seperti KTP, KK, dan BPJS nya. Nah, setelah semua persyaratan lengkap, barulah mereka akan dikirim ke panti rehabilitasi di Medan,” katanya.

Dia mengatakan, fasilitas di rumah singgah, saat ini pihak Dinas Sosial telah menyediakan kamar tidur, toilet dan juga tempat tidur bagi pasien. Selain itu, dokter jiwa juga telah dipersiapkan untuk merawat pasien.

“Selain memberikan obat-obatan kepada pasien, kita juga melakukan pembinaan dalam waktu yang tertentu, dan setelah diatasi dengan baik oleh dokter jiwa, maka pasien akan kita kembalikan lagi ke keluarganya,” jelasnya.

Disinggung terkait pasien ODGJ yang tidak memiliki berkas seperti KTP dan Kartu Keluarga, Parulian mengatakan bahwa pihak Dinsos selalu berkoordinas dengan pihak Kecamatan setempat untuk mengetahui keluarga pasien atau keluarga yang mau bertanggung jawab kepada pasien.

“Ada dua warga yang sudah kita tampung, dari desa Sigambo-gambo dan Desa Bukit Hasang, keduanya merupakan warga Tapteng. Dan disana kita juga telah menugaskan petugas dari Dinsos untuk melakukan perawatan yang rutin kepada kedua pasien,” terangnya.

Untuk melengkapi sarana dan prasarana di rumah singgah, Parulian mengakui bahwa saat ini pemerintah Pemkab Tapteng belum menampung anggaran di APBD untuk membangun rumah singgah permanen bagi PMKS.

“Kalau masalah dana, masih inisiatif dari saya selaku Kepala Dinas Sosial. Saya ingin menunjukkan kinerja dulu. Dan kedepannya saya juga akan ajukan permohonan bantuan”, ucapnya.(hen)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *