Menteri Agama Dorong RUU Pesantren Untuk Segera Disahkan

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin Saat Melakukan Kunjungan kerjanya di Medan

MEDANHEADLINES.COM – Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menilai Rancangan Undang-undang (RUU) Pesantren sangat penting untuk kemajuan pendidikan Islam.

Hal ini karena RUU yang sedang digodok oleh DPR ini diniali mampu meningkatkan status pendidikan Pondok Pesantren.

“Pesantren itu jangan disalahpahami. Saya setuju seribu persen,” kata Lukman Hakim saat berkunjung ke Kota Medan, Selasa (8/1).

Diakuinya, Selama ini memang banyak stigma negatif bahkan mengajarkan ajaran radikal yang tersemat kepada pesantren.oleh karena itu Lukman tidak ingin hal itu semakin berkepanjangan. Sehingga RUU pesantren harus terus dikebut.

“Ini bukan salah penegak hukum kita. Karena memang ada orang-orang yang menyalahgunakan nama pesantren ini,” ungkapnya.

Pesantren harus dijaga marwahnya sebagai lembaga pendidikan. Kata Lukman, tidak boleh ada orang menggunakan nama pesantren untuk hal-hal yang tidak sejalan dengan ajaran Islam.

Dia melihat, selama ini khususnya di Jawa, banyak yang mengatasnamakan lembaganya sebagai pesantren. Padahal syaratnya juga tidak terpenuhi.

” Tidak ada kitab yang diajarkan. aktifitasnya hanya mempelajari kanuragan, bela diri. Pokoknya ilmu tenaga dalam. Padahal tidak ada kiainya, masjidnya, kurikulum kepada santrinya. Tapi menggunakan nama pesantren,” ungkapnya.
Dijelaskannya,Dalam RUU nantinya diatur syarat tentang dasar pembentukan pesantren. Sehingga tidak bisa lagi ada yang mengaku mendirikan pesantren tapi tidak isinya tidak sesuai.

” Kemudian dituduh oleh aparat penegak hukum kita yang tidak tahu. Apa sih sebenarnya pesantren. Lalu kemudian, yang jelek ini lah memberikan getah kepada pesantren,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, RUU pesantren diketok palu oleh DPR pada 16 Oktober lalu. Menyusul posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan belum sepenuhnya mendapat perhatian pemerintah. Porsi anggaran yang diberikan pemerintah kepada pesantren tak sebesar lembaga pendidikan lain.(red)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *