Diduga Alami Serangan Jantung, Seorang Warga Meninggal Saat Pengerebekan Narkoba

Korban Saat Berada di Rumah Duka

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seorang Pria Paruh baya bernama Gazali, 68 dikabarkan meninggal dunia saat penggerebekan narkoba di kawasan jalan Ampera III, Lingkungan I, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Senin (7/1) petang.

Menurut Keluarga korban , Novita, Gazali meninggal setelah terjadi kericuhan saat polisi hendak membawa anaknya yaitu Saleh karena dituduh melakukan pelemparan terhadap petugas yang melakukan penggerebekan.

“Uwak (Paman) saya bilang anak saya nggak salah dan saya sahuti apa salah adik (sepupu) saya hingga dibawa. Dan di jawab dia melempar batu dan saya bilang tidak ada. Karena saya suruh dia manggil Kepling,” katanya.

Saat terjadi aksi dorong-dorongan itu, Gazali tersungkur beberapa kali dan sempat mengalami kejang, Lalu Keluarga membawamya ke rumah sakit. Namun sayangnya, nyawa laki-laki paruh baya itu tidak tertolong lagi

Sementara itu,Menurut Kapolsek Medan Timur Kompol Arifin, kejadian ini bermula saat pihaknya melakukan penangkapan terhadap Abu wahid Pratama Putra warga setempat dengan barang bukti 3 paket sabu-sabu dari dalam kamarnya pada pukul 18.00 WIB.

Penangkapan ini merupakan pengembangan, setelah polisi terlebih dahulu mengamankan Saleh sesaat sebelumnya.
Namun saat tersangka Abu Wahid dibawa lewat pintu belakang, dimana pada waktu bersamaan Saleh juga akan dibawa ke Polsek, tiba-tiba saja, Gazali jatuh terduduk sambil memegang dadanya yang merasa sesak.

“Melihat hal tersebut Saleh meminta tolong kepada Polisi untuk mengantar orang tuanya kerumah sakit berobat,” sebutnya.

Selanjutnya, sambung Arifin, Saleh pun membawa korban ke rumah sakit Imelda untuk dilakukan tindakan medis. Sementara itu, masyarakat juga sudah ramai melempari anggota kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap tersangka.

“Terhadap tersangka Abu wahid dan barang bukti berhasil diamankan dan dibawa ke komando untuk dilakukan proses hukum,” jelasnya.

Karenanya, menurut Arifin, Gazali meninggal dunia akibat shok (serangan jantung) atas penangkapan yang dilakukan sebelumnya. Bukannya karena tindakan kasar yang dilakukan personel kepolisian terhadapnya.

“Untuk tindak lanjut kita akan meminta visum terhadap rumah sakit, serta melakukan pemeriksa kepada tersangka,” pungkasnya. (red)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *