Kisah Bocah Kecil dan Ibunya Yang Hidup Di Kolong Jembatan

Bocah malang yang tinggal bersama Ibunya di Bawah Kolong Jembatan

MEDANHEADLINES.COM – Fitri (7) namanya, bocah perempuan beserta ibunya ini terpaksa tinggal dibawah kolong jembatan Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Bocah perempuan yang seharusnya mengenyam pendidikan dasar ini pun terpaksa mengikuti sang ibu memulung barang bekas untuk menyambung hidup sehari-hari.

Tidak diketahui pasti nama dan dari mana ibu paruh baya ini berasal. Pasalnya saat ditemui di bawah kolong jembatan Pinangsori, Rabu (05/12/2018), komunikasi dengan sang ibu tidak berjalan normal. Namun disebut-sebut, wanita yang mengalami keterbelakangan mental ini adalah boru Manalu yang berasal dari Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan.

Boru Manalu selalu bungkam saat dilontarkan berbagai pertanyaan. Beruntung, Fitri yang memiliki ayah kandung yang berasal dari Aceh ini bisa sedikit diajak berkomunikasi.

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar, Fitri bersama ibunya telah tinggal di bawah kolong jembatan 6 bulan terakhir. Sebelumnya ia bersama sang ibu tinggal di UPT Pelayanan Sosial Gelandangan Pengemis dan Anak, milik Dinas Kesejahteraan dan Sosial Pemprov Sumatera Utara, yang berada di Kelurahan Pinangbaru, Kecamatan Pinangsori.

“Enam bulan terakhirlah, dulu sih katanya tinggal di panti sosial Pinangbaru. Ngak tau pastinya kenapa mereka keluar dari panti itu,” ujar Sipahutar (63), salah seorang warga sekitar.

Masih dari penelusuran awak media, Boru Manalu ini mengalami ganguan jiwa saat suaminya menikah dengan wanita lain. Sang suami kembali ke aceh bersama istri mudanya dan membawa anak laki-laki boru Manalu, yang juga abang kandung Fitri. Sejak saat itu, boru Manalu hidup tak tentu arah. Bersama dengan Fitri ia tinggal dari satu tempat ke tempat lainnya. Sementara pihak keluarga lainnya tidak ada yang peduli dengan kondisi yang dialami boru Manalu.

“Sebenarnya orang tua dari boru Manalu dulunya orang terpandang di Kalangan. Entah bagaimana kehidupannya jadi memprihatinkan sampai begitu,” sebut warga lainnya.

Keberadaan boru Manalu bersama anaknya yang pernah tinggal di panti sosial Pinangbaru dibenarkan pihak UPT Pelayanan Sosial Gelandangan Pengemis dan Anak Pinangbaru. Salah seorang pegawai kantor tersebut memaparkan bahwa boru Manalu beserta anaknya yang merupakan titipan Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah, sempat menjadi warga panti. Namun pada masa-masa pembinaan, boru Manalu sepertinya tidak betah berada di panti. Beberapa kali ia bersama anaknya lari dari panti dengan cara memanjat pagar.

“Sudah berulangkalilah mereka lari dari sini. Kita jemput, lari lagi,” jawab salah seorang pegawai.

Merasa kewalahan dengan ulah wanita Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini, pihak panti  menyurati Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari instansi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan bidang kesejahteraan sosial itu.

“Merekakan titipan Dinsos Tapteng. Kita sudah menyurati,¬† namun belum ada tanggapan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah Parulian S Panggabean, yang dikonfirmasi awak media ini menyebutkan jika pihaknya sedang berupaya keras agar boru Manalu bisa diberangkatkan ke panti rehabilitasi di Berastagi, Tanah Karo. Namun pihaknya mengalami kendala dengan tidak adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari boru Manalu.

Terkait penanganan terhadap Fitri, Parulian menegaskan akan berupaya agar bisa ditempatkan disalah satu panti asuhan yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah. Ia mengatakan, jika panti asuhan Sion Aek Horsik, menjadi tujuan utama dari keinginan tersebut. Dengan beradanya di panti asuhan, Parulian berharap Fitri akan bisa bermain dengan anak-anak seusianya sembari belajar ilmu pengetahuan.

“Kita sedang berkoordinasi dengan Dinas Catatan Sipil dan Kependukan (Dukcapil). Jika KTP yang bersangkutan selesai, akan kita bawa ke Berastagi,” tukas Parulian. (hen)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *