Edy Rahmayadi Mendadak Elus Pipi Wartawan Karena Hal Ini

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mendadak mengelus pipi wartawan. Hal itu terjadi, setelah wartawan menyakan terkait permintaan agar dirinya mundur menjadi Ketua Umum PSSI.

Tagar Edy Out pun semakin menggema. Bahkan, Sesmenpora hingga pengamat sepakbola sudah membunyikan sinyal agar Edy mundur dari jabatannya.

Bukan melanggar undang-undang memang. Tapi dilihat dari sisi kepatutan soal rangkap jabatan, Edy dianggap tidak dapat fokus.

Beberapa awak media mencoba mengkonfirmasi Edy Rahmayadi. Setelah sidang Paripurna di DPRD Sumut, awak media berharap adap jawaban bijak dari mantan Pangkostrad itu soal #EdyOut yang sempat menjadi trending topic di media sosial.

Edy pun terkesan berdalih, ia enggan menjawab pertanyaan wartawan. Gubernur Sumut ini hanya berkomentar seakan takut jawabannya diplintir.

“Nanti saya ngomong, kalian putar – putar lagi omongan saya. Nanti ribut lagi. Nanti saya dipaggil, di ajak Sama TV One. Kalian monitor saya di TV One,” katanya.

Bahkan ditanyai lebih lanjut dia malah melakukan hal tak terduga dengan mengelus pipi salah satu awak media.

“Saya gini-gini, nanti kau bilang saya nampar lagi,” katanya sambil mengelus lagi pipi wartawan.

Sebelumnya, Pengamat sepak bola dari lembaga Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, tak heran kalau PSSI terkesan cuek dengan suara publik. Karena memang sejatinya, suporter tak memiliki suara untuk meminta Edy Rahmayadi menanggalkan jabatannya.

“Mereka tahu aturannya, yang bisa menggulingkan mereka adalah pemilik suara. Suporter teriak-teriak, bahkan demo besar-besaran pun tak akan bisa menjatuhkan mereka,” sebut Akmal.

Suporter Indonesia saat ini menggantungkan harapan kepada klub. Sebab, yang bisa menjatuhkan Edy Rahmayadi dari jabatannya saat ini hanya pemilik suara sah PSSI.

“Karena mereka hanya bisa dijatuhkan lewat KLB dan mosi tak percaya. Itu dilakukan melalui pemilik suara. Jadi, mereka tahu kelemahan dari kita,” papar Akmal.

Akmal menyarankan suporter agar mendorong kepada klubnya masing-masing untuk mendengarkan suaranya.

“Saran dari saya suporter dimulai dari klub agar klub bergerak menutut melakukan reformasi sepak bola Indonesia,”pungkas Akmal. (fat)

 

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *