Sempat Ditangkap Malaysia, Lima Nelayan Asal Brandan Dipulangkan Ke Indonesia

MEDANHEADLINES.COM – Lima orang Nelayan Indonesia asal Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara akhirnya menghirup udara bebas setelah dipulangkan oleh Pemerintah Malaysia

Sebelumnya ke lima Nelayan yaitu Yusuf Ismail, Riduan Nazri, Musahirin Armansyah, Saparudin Juriansyah dan Rusli Imam ini ditangkap keamanan laut Malaysia karena dianggap melewati batas teritorial Negara

Diketahui, Masa tahanan Yusuf Cs tetap di Malaysia sebenarnya selesai pada 26 September 2018 lalu, Namun karena tidak memiliki kontak di Indonesia mereka tidak bisa dipulangkan.

Menyikapi hal ini, Anggota DPD RI Parlindungan Purba mengingatkan agar Peristiwa seperti ini jangan sampai terulang kembali dan salah satu solusinya adalah pemerintah segera memfasilitasi para nelayan dengan peralatan Global Positioning System (GPS) yang bertujuan untuk tidak memasuki wilayah perairan negara lain.

“Minggu lalu saya ke Langkat, disana keluarga dari para nelayan ini mengadu nggak tau keberadaan mereka padahal sudah menghabiskan masa tahanan. Akhirnya saya berkoordinasi dengan pihak KKP dan Kemenlu, akhirnya keberadaan mereka diketahui dan difasilitasi pemulangannya,” ujar Parlindungan Purba usai menjemput Para nelayan di Bandara Kualanamu

Dikatakan Parlindungan, Hingga Saat ini masih ada 5 Nelayan lagi yang masih menjalani hukuman dengan tuduhan yang sama yaitu pelanggaran teritorial antar negara

” Pemerintah saat ini tengah bernegosiasi, untuk memulangkan mereka. Untuk itu dia mendorong agar Pemerintah Indonesia terus memberikan sosialisasi kepada para nelayan mengenai batas perairan,” Jelasnya.

“Selama ini memang sudah sangat banyak pemerintah berbuat, namun kita dorong agar tidak bosan-bosan. Karena kita kasihan, para nelayan ini kan keterampilannya cuma melaut. Salah satu solusi lain mungkin mendorong agar mereka juga dilatih dengan keterampilan lain seperti menjadi nelayan tambak,” pungkasnya.(red)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *