Filosofi Catur Dan Kepahlawanan Dari Pangdam I/BB

Pangdam I/BB Mayjen TNI Muhammad Sabrar Fadhilah

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Bagi Pangdam I/BB Mayjen TNI Muhammad Sabrar Fadhilah, Catur bukanlah hanya sekedar sebuah permainan biasa namun permainan yang memiliki makna filosofis terutama mencakup nilai-nilai kepahlawanan.

Hal ini disampaikannya saat membuka Kejuaraan Catur Terbuka Piala Pangdam I/BB tahun 2018 di Lapangan Merdeka Medan,  Jumat (9/11/2018).

Dikatakannya, Makna filosofis dalam permainan ini terkandung dalam seluruh elemen permainannya,  seperti bidak, papan catur, aturan bahkan pemainnya

Menurutnya, Setiap bidak harus berada dalam arena permainan catur,  tidak boleh keluar arena sampai ajal menjemput. Setiap bidak memiliki tugas dan fungsi masing-masing dan tidak ada bidak yang bisa melarikan diri ataupun menyerah kepada pihak lawan,  akan tetapi akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan.

” Dalam permainan catur jugalah digambarkan nilai-nilai kerja sama, kekompakan dan adu strategi serta keberanian guna mencapai tujuan yaitu kemenangan.,” pungkasnya.

Untuk mencapai kemenangan, diperlukan strategi dan langkah yang tepat serta penuh pertimbangan. Tidak boleh hanya berpikir seketika saja akan tetapi harus berpikir panjang dan perhitungan yang cermat, karena langkah apa yang dilakukan akan berdampak pada langkah selanjutnya.

” Intinya, Kesemuanya filosofi dalam permainan catur ini, sejalan dan merupakan manifestasi dari nilai-nilai kepahlawanan yang meliputi keberanian, pengorbanan, kerja sama, sifat kesatria, kebersamaan,  perhitungan  serta  strategi,” jelas abituren Akmil 1988 ini.

Oleh karena itulah ia menggelar penyelenggaraan pertandingan catur dalam rangka memperingati hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November sebagai salah satu metode dalam penanaman nilai-nilai kepahlawanan kepada para peserta dengan pemahaman terhadap filosofi permainan catur itu sendiri

Pertandingan Catur ini sendiri digelar selama 3 hari (9-11 November 2018) dengan memperebutkan hadiah bernilai total Rp 100 Juta serta diikuti oleh 268 orang peserta dari 11 provinsi dan 19 kab/kota di Sumut.

” Selain untuk penanaman nilai kepahlawanan, Lomba ini juga sebagai ajang menyalurkan hobi dan ajang silaturahmi bagi pecinta catur sekaligus mencari bibit pecatur masa depan asal Sumatera Utara,’ Tutup Pangdam. (red)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *