Jalani Sidang Perdana, Penghina Suku Batak Didakwa Dengan UU ITE

Terdakwa Penghina Suku Batak di Medsos Saat Menjalani Sidang Perdananya di PN Medan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Setelah Ditangkap Beberapa Waktu yang lalu akibat ulahnya yang melakukan penghinaan terhadap suku batak di Media Sosialnya, Faisal Abdi Lubis alias Bombay alias Memet (37) kini tengah menjalani Sidang Perdananya di Pengadiilan Negeri Medan, Selasa (9/10/2018).

JPU Randi Tambunan dalam dakwaannya menyebut, Terdakwa dianggap telah melanggar Pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

“Terdakwa telah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” kata Randi di hadapan majelis hakim yang diketuai Saryana.

Dipaparkan Jaksa, perbuatan Faisal bermula pada hari Rabu (27/6) sekitar pukul 13.00 Wib. Ketika itu pria yang berprofesi sebagai sopir travel ini berada di rumah ibunya di Jalan Beringin Pasar 7 Gang Pancasila 10-A Dusun Kuini Desa Tembung, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut.

Faisal yang saat itu menonton hasil penghitungan cepat (quick count) hasil pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang disiarkan di televisi. Dia melihat akun facebook yang menuliskan hasil penghitungan cepat Pilgub Sumut yang tidak sesuai dengan yang ada di televisi.

Akun Facebook itu menuliskan pasangan calon nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) lebih unggul dari pasangan pasangan nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas). Faisal merasa kesal kemudian menulis komentar pada postingan itu melalui akun facebooknya.

Faisal menulis kalimat: “Eramas Pasti Menang, Orang Batak jangan sedih ya kalo djoss nyungsep silahkan makan kalian taik babi itu ha…ha… Batak Tolol”.

Postingan itu kemudian menjadi viral dan dilaporkan ke polisi. Faisal dianggap telah menistakan suku Batak. Perbuatan terdakwa dinilai telah merendahkan harga diri dan martabat orang Batak serta memecah belah kerukunan umat beragama antara Kristen dan Islam

Selama Jaksa Penuntut Umum (JPU) membaca dakwaan, pemuda ini hanya tampat tertunduk lesu. Setelah mendengarkan dakwaan JPU , majelis hakim kemudian menunda sidang hingga sepekan mendatang.(red)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *