Kepergok Bobol Rumah, Dimpos Siahaan Tewas Dihajar Massa

tim dokter saat memberikan penanganan medis kepada pelaku di RS. Bhayangkara Medan 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Nasib Sial dialami Dimpos Parlaungan Siahaan (32) yang harus meregang nyawa di RS Bhyangkara Medan setelah sebelumnya babak belur dihajar massa di Jalan Bromo, Gang Pukat, Kecamatan Medan Denai.

Pria yang disebut-sebut sebagai mantan resedivis itu dihajar massa karena kepergok melancarkan aksi pencurian di rumah Nudiansyah (41), warga Jalan Pukat tepatnya di belakang Mesjid Al Hidayah, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (6/10) sekira jam 05.00 wib.

Dari informasi yang diperoleh, Dimposo dipergoki saat masuk ke rumah korban yang berada di belakang mesjid Al Hidayah. Saat itu, warga hendak melaksanakan ibadah sholat subuh, sekira pukul 05.00 Wib.

Pelaku yang menetap di Jalan Bromo Ujung, Gang Rejeki, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai ini, masuk ke lantai II rumah korban. Sialnya, belum sempat berhasil menggasak barang berharga milik korban, aksi pelaku ternyata diketahui penghuni rumah.

Spontan, pelaku langsung diteriaki maling. Spontan warga yang sedang berkumpul di mesjid dan warga lainnya berhamburan keluar dan mencoba menangkap pelaku yang berusaha melarikan diri hingga ke Jalan Setuju, Kelurahan Binjai, Medan Denai.

Massa yang geram langsung menghajar pelaku. Tak lama petugas Polsek Medan Area yang mendapat informasi terkait adanya pelaku pencuri yang diamuk warga tiba ke lokasi.

Dalam kondisi sekarat dan sempat kejang-kejang dengan sejumlah luka ditubuh dan kepalanya, pelaku pun dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Kapolsek Medan Area, Kompol Kristian Sianturi membenarkan kejadian tersebut. Terkait tewasnya pelaku, pihaknya telah menerima laporan dari korbannya yang tertuang dalam LP/705/X/2018/Tanggal 6 Oktober 2018.

“Sekitar jam 14.00 Wib, dokter Rumah Sakit Bhayangkara memberitahukan jika tahanan meninggal dunia dan diminta untuk  dijemput. Kemudian kita menghubungi dan memberitahukan kepala pihak keluarganya,” kata Kristian.

Diterangkannya lagi, bahwa Dampos tewas karena luka disukujur tubuhnya cukup parah. Sementara, pihak keluarga pelaku yang diwakili abang kandungnya telah menerima dengan ikhlas atas kejadian naas yang dialami pelaku.
“Pelaku mengalami luka parah di bahagian kepala dan wajah. Sedangkan keluarga pelaku sudah mengurus izin kepulangan jenazah dari RS Bhayangkara Medan ke rumah duka,” pungkasnya. (afd).

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *