Beasiswa StuNed Tawarkan Subsidi Biaya Pendidikan Di Belanda Hingga 20 Ribu Euro

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Belanda, Nuffic Neso Indonesia menawarkan program beasiswa untuk meringankan beban pembiayaan. Subsidi pembiayan yang ditawarkan calon pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat mencapai 20.000 euro.
Nuffic Neso Indonesia menawarkan subsidi biaya pendidikan melalui Program Beasiswa Studeren in Nederland atau StuNed.

“Program StuNed ini adalah program beasiswa berbasis keunggulan yang diberikan langsung oleh Pemerintah Belanda,” ujar Counselor Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Viddy M. Naufal, saat sosialisasi Program Beasiswa StuNed di Universitas Negeri Sumatera pada Kamis, 13 September 2018.

Viddy menjelaskan jika Program Beasiswa StuNed diperuntukkan khusus bagi pelajar Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia sehingga memiliki daya saing ditingkat nasional dan global. Beasiswa penuh ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral pemerintah Belanda dengan Indonesia seperi yang tercantum di Multi Annual Policy Framework.

Baca Juga : Ingin Kuliah Di Belanda, Cari Informasinya Di Nuffic Neso Indonesia

Program pembiayaan ini diberikan bagi pelajar yang menempuh jalur Sarjana (S1) dan Master (S2). Bagi program Sarjana, Program StuNed memberikan subsidi antara 6 ribu hingga 12 ribu pertahun. Sedangkan bagi Program Master (S2), pembiayaan akan diberikan antara 8 ribu hingga 20 ribu per tahun.

Terdapat beberapa persyaratan umum bagi calon pelamar beasiswa. Yaitu pelamar harus berstatus warga Negara Indonesia, memiliki ijazah SMA atau setaranya (pelamar S1), ijazah S1 atau D4 (pelamar S2), dan Indeks Penilaian Kumulatif minimal 3.00 dengan maksimal penilaian 4.00.

Berikutnya, pelamar juga harus mempunyai kemampuan Bahasa Inggris yang dibuktikan sertifikat IELTS minimal dengan nilai 6 atau nilai minimal 80 bagi pemegang sertifikat TOEFL IBT atau 525 khusus nilai ITP TOEFL).

Persyaratan penting lainnya adalah pelamar harus sudah memperoleh Surat Penerimaan dari Universitas di Belanda.

“Jadi pelamar harus diterima dulu disalah satu kampus di Belanda, baru minta surat penerimaan dari universitas itu. Surat itu dilampirkan sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan Beasiswa StuNed,” sebut Viddy.

Disisi lain, semenjak tahun 2000 sudah ada 4544 lebih pelajar Indonesia yang sudah pernah menerima Beasiswa StuNed. Namun sayangnya pelajar yang berasal dari Sumatera Utara, jumlahnya masih kurang dari 1 persen atau sekitar 45 orang saja.

Padahal keuntungan lain dari Beasiswa StuNed, pelajar Indonesia mendapatkan kesempatan kerja langsung pasca selesai studi di Belanda. Hal tersebut hasil dari kebijakan pemerintah dengan memberikan Visa Zoek Jaar atau visa pencari kerja
“Visa ini berlaku 3 tahun setelah kelulusan. Sehingga ketika akhirnya memilih pulang ke Indonesia, pelajar ini tidak hanya membawa ilmu, tapi juga pengalaman kerja dan bekal finansial untuk mengembangkan usahanya,”

Bagi calon pelamar yang ingin mengetahui info lebih lanjut, dapat mengakses website www.stuned.info atau melalui nomor whatsapp 0811408146. (ask)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *