6 Hari Di Rawat Intensif, Bayi Penderita Pembengkakan Pembuluh Darah Dirujuk ke RSU Adam Malik

Foto :  Pihak keluarga dan Himaksitap Sibolga-Tapteng, Menemani Wahyuni saat dirujuk ke RSU H Adam Malik Medan. 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Setelah mendapatkan perawatan medis selama 6 hari di RSU dr Pirngadi Medan, Wahyuni Aritonang, bayi penderita pembengkakan pembuluh darah, warga Dusun III Desa Mombang Boru, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (13/9) sekitar pukul 20.00 WIB, dirujuk ke RSUP H Adam Malik Jl Bunga Lau No 17, Medan Tuntungan, Kota Medan.

Dengan didampingi kedua orangtuanya, Frenki Aritonang (34) dan Dewi Sartika Hutauruk (28), Wahyuni sampai di RSUP H Adam Milik sekitar pukul 21.00 WIB. Para perawat jaga yang bertugas langsung menangani Wahyuni dengan mengganti seluruh perban yang membalut kepala bayi malang tersebut. Selanjutnya, Wahyuni di tempatkan ruangan anak Rindu B Nomor 18.

Informasi yang dihimpun, dipindahkannya Wahyuni ke RS Adam Malik adalah untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif. Menurut dokter yang menangani Wahyuni, peralatan di RSUD Pirngadi tidak memadai untuk pelaksanaan operasi plastik yang akan dilakukan kepada Wahyuni. Tapi tidak dijelaskan alat apa yang dimaksud tidak memadai itu.

Walaupun sudah berada di RSUP H Adam Malik, tidak serta merta Wahyuni akan naik meja operasi. Wahyuni belum bisa dioperasi lantaran¬† masih pemulihan dan masih harus mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jum’at (14/9), sekitar pukul 09.00 WIB, Wahyuni kembali mendapatkan penambahan darah. Dengan demikian, sejak dirujuk ke Kota Medan Wahyuni telah 3 kali mendapatkan penambahan darah, dimana dua kali penambahan darah awal dilakukan di RS Pirngadi Medan.

Ditempat yang sama, Ketua Himaksitap Sibolga-Tapanuli Tengah, Daniel Ferdinan Lumbantobing menegaskan, pihaknya akan terus mendampingi Wahyuni selama mendapatkan penanganan medis di Kota Medan. Disamping itu Daniel menyebutkan, Himaksitap juga terus bergerak mengumandangkan aksi sosial penggalangan donasi untuk membantu orangtua Wahyuni menghadapi proses pengobatan yang sedang berlangsung.

“Ini sudah menjadi bagian program dari Himaksitap, membantu para keluarga kurang mampu agar mendapatkan pengobatan yang layak,” Ungkap Daniel.

Menurut Daniel, sebagai keluarga yang hidup dibawah garis kemiskinan, keluarga Frenki Aritonang sangat layak untuk dibantu dan didampingi dalam memperjuangkan kesehatan putrinya yang sedang menderita sakit.

“Puji Tuhan, hingga saat ini donasi yang telah terkupul sudah mencapai 27 jutaan. Mudah-mudahan akan bisa membantu biaya perobatan Wahyuni,” pungkasnya.(hen)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *