Kami Kaum yang Tertindas

Ilustrasi Unjuk Rasa

MEDANHEADLINES.COM, Tapteng – “Kita satu komando…rapatkan barisan…kita menuntut keadilan…perjuangan dilanjutkan” sesekali kalimat itu dilontarkan sang orasi untuk menyemangati massa yang tengah berkumpul di depan Kantor Bupati dan DPRD Tapteng.

Bagai bak barisan serdadu yang siap bertempur, mereka serentak berjalan. Dengungan musik “Bongkar” dari iwan fals pun mengawali pergerakan. Melakukan perlawanan dalam menguak kecurangan untuk menuntut keadilan.

Diam ditindas atau bangkit melawan, diam adalah sebuah penghianatan,”teriaknya lagi, sang orasi membakar semangat massa.

Mereka terus bersama, bersatu dalam satu barisan. Mereka tetap setia, bergandengan tangan bersatu menyampaikan tuntutan. Panas terik yang menyengat tak jadi halangan.

Mereka yang terdiri dari kaum pemuda dan ibu-ibu ini bersatu dalam barisan. Mereka Tak kenal lelah walau panas terik membakar tubuh mereka yang fana, tuntutan adalah penyemangat jiwa mereka yang merana.

Keadilan? Ya.., itulah yang mereka perjuangkan. Ketika hak sudah dikhianati, mereka siap melakukan perlawanan.

Seorang mahasiswa pembela rakyat kecil berjalan rapi membentuk barisan dengan semangat yang luar biasa mendampingi massa untuk menguak bahwa penetapan cakdes di Tapteng penuh sandiwara yang menimbulkan luka.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ketika mereka menilai bahwa kesewenangan pejabat yang dilakukan oleh pemerintah dan kaum-kaum kapitalis dalam penetapan cakades sudah mengorbankan masyarakat kecil.

“Kami tidak akan tinggal diam hingga permasalahan ini selesai” itulah isi dari salah satu orasi mahasiswa yang tergabung dalam pergerakan ini. Tidak perduli bagaimana matahari membakar tubuh mereka, mereka tetap bernyanyi dan menyerukan suara-suara pembebasan bagi orang-orang yang merasa ditindas oleh segelintir orang yang empunya kepentingan.

Mereka bukanlah pecundang yang terlalu lama larut dan tenggelam dalam kenikmatan hidup. Mereka dengan lantang menyuarakan bahwa masyarakat tidak akan pernah berhenti dan berdiam diri ketika menyaksikan segala bentuk ketidakadilan.

Dalam aksi tersebut, ribuan masyarakat adalah orang-orang yang mengharapkan agar dalam penetapan calon kepala desa di Tapanuli Tengah adil, jujur dan terbuka sesuai UU yang berlaku.

Semangat dalam perjuangan adalah modal utama. Mereka sepakat untuk bersatu bersama dalam menjujung tinggi nilai demokrasi, menutut keadilan, dan mengkritik kecurangan.

Aksi demo adalah pergerakan yang sering dilakukan di bumi Indonesia yang sarat akan popularitas dan menjunjung tinggi nilai keadilan dalam berbangsa dan bernegara.

Semoga keadilan berpihak pada kaum tertindas…. (hen)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *