Dituduh Curi HP, Duo Warga Pukat Babak Belur Dihajar Preman Kampung

Foto : Korban Isrofil (perban di kepala) dan M. Muslim (pegang kertas visum) saat berada di Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (8/8) siang.

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Dengan kondisi babak belur dan terpincang pincang, Isrofil Harahap (40) dan M. Muslim (35) warga Jalan Pukat I, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, mendatangi Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (8/8/2018) sekira pukul 13.00 Wib, untuk membuat laporan pengaduan (LP).

Kedua korban melaporkan preman kampung yang akrab dipanggil Fai Cs. Alasannya, Fai Cs menuduh bahwa keduanya yang telah membobol dan mencuri dua unit handphone milik anak kos di rumah kos yang berada di Jalan Pukat I, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, yang dijaga Tuben (45) Rabu (8/8) dini hari.

Tak cuma menuduh, bahkan belum cukup bukti, Fai Cs warga di seputaran TKP langsung memukuli keduanya hingga babak belur.

Akibat aksi brutal yang dilakukan Fai Cs, Isrofil mengalami luka di bagian kepala 12 jahitan, luka di bibir bagian atas dan luka memar dibagian kaki kanan. Sedangkan M. Muslim mengalami sakit di bagian pinggang, hidung mengeluarkan darah, lengan kanan terasa sakit, dan mata kiri luka memar.

Isrofil menceritakan, pagi itu sekira pukul 08.00 Wib, Isrofil bersama temannya M. Muslim sedang duduk-duduk di pinggir jalan di Jalan Pukat I, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung.

Tiba-tiba, pelaku mendatangi keduanya dan langsung menuduh korban mencuri handphone dari rumah kos yang di jaga Tuben warga seputaran TKP.

“Dia (pelaku) mengatakan mana handphone yang kau curi. Lalu aku jawab, handphone apa? Jangan kau sembarangan menuduh aku mencuri. Bagus-bagus kau, di situ kami sempat tengkar mulut,” sebut Isrofil menirukan percakapannya dengan pelaku saat menunggu diperiksa di Polsek Percut Sei Tuan.

Usai bertengkar mulut itu, Isrofil dan temannya M. Muslim, meninggalkan lokasi dan menuju ke rumah M. Muslim. Tak berapa lama di rumah Muslim, pelaku Fai bersama teman-temannya datang dan menyuruh keduanya ke luar untuk ikut mereka.

“Setelah sampai di depan Masjid Taqwa Muhammadiyah di Jalan Pukat I, pelaku Fai Cs langsung memukul kami secara membabi buta hingga berulang-ulang. Tapi, saya gak tahu mereka memukul kami pakai alat apa aja, karena saya sampai terjatuh dan luka parah begini. Untung warga cepat berdatangan dan memisahkan kami bang,”kata Israfil.

Setelah korban mendapat surat visum dari petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Percut Sei Tuan. Selanjutnya, denganĀ  dipapah keluarga kedua korban meninggalkan Polsek Percut Sei Tuan, menuju rumah sakit umum Haji Medan, guna melakukan visum.

Sekitar pukul 14.30 Wib, kedua korban kembali ke Polsek Percut Sei Tuan, dan langsung menjalani pemeriksaan di ruangan SPK. Sampai berita ini dikirim ke redaksi sekira pukul 17.30 Wib, kedua korban masih menjalani pemeriksaan di ruangan penyidik Polsek Percut Sei Tuan.(afd)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *