Terkait Narkoba, PN Medan Vonis Eks Personil Polda Sumut 8,5 Tahun Penjara

AKP Raden Heru Sulistio berserta Dua Rekannya Saat Mendengar Vonis Hakim

MEDANHEADLINES.COM, Medan -. Dinyatakan terbukti bersalah mengedarkan barang haram jenis shabu-shabu seberat 98,74 gram oleh Pengadilan Negeri Medan, Eks personil Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pamobvit) Polda Sumut AKP Raden Heru Sulistio dijatuhi Vonis 8 ,5 tahun penjara

Putusan ini dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Nazar Efriandi dalam persidangan yang digelar di Ruang Kartika PN Medan, Rabu (8/8/2018).

“Terdakwa secara sah terbukti bersalah melakukann tindak pidana penyalahgunaan narkotikaa sebagaimnan diatur dalam Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009,” sebut Nazarudin.

Dalam kasus ini, AKP Raden Heru Sulistio tidak sendirian. Dua terdakwa lainnya yakni Arjuna Fadli Sinaga dan Sandi Surisdianto juga dihukum dengan 8,5 tahun penjara. Ketiga terdakwa juga dibebani dengan denda sebesar Rp 1 miliar. “Dengan ketentuan jika tidak sanggup membayar diganti dengan 1 bulan penjara,”sebut Hakim Nazar Efriendi.

Diketahui, Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan JPU Sabrina. Sebelumnya, ketiga terdakwa dituntut dengan pidana 12 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider 1 bulan.

Menyikapi putusan ini, baik jaksa maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir. “Kita pikir-pikir ini menanggapi ini ya. Terdakwa ini sepertinya terlarut dalam persahabatan sehingga terlibat kasus narkotika ini ya,” ujar Penasihat hukum terdakwa Guntur Peranginangin usai sidang.

Sementara itu, Usai Vonis dijatuhkan, AKP Raden Heru Sulistio menangis saat dibawa pengawal tahana menuju sel sementara PN Medan. Dia juga tampak enggan mengomentari putusan tersebut.

Diketahui, ketiga terdakwa AKP Raden Heru Sulistio, Arjuna Fadli Sinaga dan Sandi Surisdianto diringkus Ditres Narkoba Polda Sunut pada 9 Desember 2017 dalam sebuah penggerebekan yang dilakukan di Swalayan Maju Bersama Jalan Tritura Kelurahan Marendal, Kota Medan.

Penangkapan oknum yang disebut mantan Kapolsek Sipirok, jajaran Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) tersebut bermula dari informasi masyarakat. Polisi kemudian menymar sebagai pembeli.(red)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *