Harga Kain Naik, Penjual Bendera Mengeluh

Penjual Bendera yang Marak di Kota Medan Jelang Perayaan 17 Agustus(ist)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Memasuki bulan Agustus di beberapa sudut Kota Medan selalu dipenuhi oleh para pedagang penjual bendera musiman.

Namun Pada tahun ini, para pedagang mulai mengeluhkan tingginya harga kain yang menjadi bahan dasar pembuatan bendera sehingga mereka kesulitan untuk menjualnya

Hal ini diungkapkan Silvia (33), salah seorang penjual pernak-pernik bendara Merah Putih di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Wanita yag memulai usahanya sejak delapan tahun terakhir in mengatakan bahwa harga kain yang tinggi membuatnya harus mengeluarkan biaya lebih dari biasanya

“Kalau tahun lalu harga kain masih terjangkau, sekarang harga kain naik tinggi. Saya juga susah menjualnya,” kata Silvia

Silvia yang sekaligus pembuat pernak-pernik bendera itu mengatakan angka penjualannya tahun ini relatif menurun.

“Sudah beberapa tahun ini memang penjualan menurun. Apalagi sekarang pernak-pernik ini ada yang buatan pabrik sehingga penjualan bersaing dengan buatan pabrik itu,” jelasnya.

Baca Juga : FSPMI bantu Advokasi Ahli Waris KM Top

Meski begitu, Silvia tidak mengurangi jumlah penjualan bendera dari tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk model-model bendera ini sangat bervariasi, ada yang panjang dan dikombinasikan dengan lambang Garuda dan ada yang polos. Untuk harga juga kita bervariasi mulai Rp 5 ribu hingga Rp 250 ribu,”

ia juga mengaku selain dibuat sendiri, ia juga memesan bendera dari Bandung,sementara untuk pelanggan ia mengatakan barang dagangannya ini biasa dipesan dari luar kota

“Yang pesan ada dari Padangsidempuan dan Aceh, biasanya yang mesan perusahan ataupun kantor pemerintahan,” pungkasnya (red).

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *