Teriakan Merdeka Dalam Ruang Gelap, Bagaimana 2019?

Foto : Ilustrasi (ist)

MEDANHEADLINES.COM – Dengan gagah teriakan merdeka dikumandangkan. Dengan gagah pula dada dibusungkan. Seakan tak ada lagi penjajah yang berani mendekat, karena kami sudah ucapkan kata sakti dengan lantang.

Ya, Merdeka.. Merdeka.. Merdeka!!

Soekarno pernah bilang, “Perjuanganku akan lebih mudah, karena melawan penjajah. Dan perjuanganmu akan lebih sulit karena akan melawan bangsa sendiri,”.

Petikan kalimat bapak bangsa ini tentu memiliki makna yang sangat dalam. Apakah kemerdekaan yang hakiki, telah dirasakan semua orang di negara ini? Apakah kemerdekaan hakiki sudah terasa ke setiap penjuru? Apa sebenarnya kemerdekaan yang sesungguhnya itu?

“Ya, saat ini saya merdeka, bisa jalan ke mana saja, bisa berkendara ke mana-mana, saya bebas untuk berbuat baik,” Begitu ucap seorang Anggota Legislatif baru-baru ini.

Apakah kemerdekaan itu hanya suatu kebebasan yang tak terbendung ruang? Apakah kebebasan itu semata-mata hanya itu? Kemerdekaan seperti apa yang sebenarnya hendak diraih?

Ya penjajah asing telah pergi, tapi apakah jiwa-jiwa setiap individu di bangsa ini benar-benar sudah bebas, saya pikir belum.

Saat ini masih ada jiwa-jiwa yang merasa terjajah karena rumahnya harus dirobohkan, ia pun tergusur karena keserakahan kaum pemilik modal dan penguasa.

Saat ini, masih ada jiwa-jiwa yang belum merdeka ketika hujan turun membasahi bumi, sehingga banjir pun tiba. Sedangkan anggaran untuk memperbaiki drainase setiap tahunnya dikucurkan untuk mengatasi itu.

Saat ini, masih banyak jiwa-jiwa yang belum merdeka, ketika semua harga kebutuhan pokok melambung tinggi, sedangkan ia tidak cukup penghasilan dikarenakan upahnya sebagai buruh tidak sesuai UMR.

Saat ini, banyak jiwa-jiwa yang belum merdeka. Ah.. Sudahlah, cukup banyak keserakahan yang terselimuti dalam ruang kemerdekaan ini.

Apakah kita benar-benar merdeka? Merdeka dari keserakahan? Merdeka dari kesenjangan? Merdeka dari kesengsaraan? Entah. Tahun ini masih terasa gelap.

Semoga ke depan, ya tahun 2019 nanti, hal ini tidak menjadi pertanyaan lagi. Semoga jawabannya sudah dapat terealisasi, dan dirasakan seluruh penjuru negeri. Agar kemerdekaan ini tidak abu-abu, dan tidak ada lagi meneriakkan kemerdekaan dalam ruang gelap.

 

Penulis : Ryan Achdiral Juskal

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *