Dadang Darmawan Pasaribu, Calon Senator Asal Sumut Tercatat Memiliki Harta Terendah

Foto : Dadang Darmawan Pasaribu, Calon Senator Asal Sumut

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) yang diunggah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 5 Agustus 2018 melalui situs resminya, menjelaskan harta kekayaan para calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Dari laporan tersebut ada hal yang menarik. Hal itu datang dari Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Utara, Dadang Darmawan Pasaribu.

Dalam laporan tersebut, jumlah kekayaan Dadang berada diangka minus 158 juta. Hal tersebut pun menjelaskan bahwa ia menjadi calon senator dengan harta kekayaan terendah.

Meskipun menjadi calon senator dengan harta terendah, Dadang mengaku tidak terlalu khawatir.

“Saya sudah menduga jika kekayaan yang kita laporkan ke KPK adalah salah satu yang terminim. Namun demikian kita tidak khawatir, karena Tuhan dan Teman adalah modal kita untuk masuk DPD”, ujar Dadang di Medan pada Senin, (6/8/2018).

Menurut Dadang, dalam kontestasi DPD, uang bukanlah menjadi pondasi utama. Tuhan disebutnya menjadi modal utama yang dipunyainya. Sebab, katanya, tanpa bantuan dan Ridho Tuhan, mustahil seseorang akan dapat perubahan-perubahan yang bersifat fundemental. Berbagai perubahan tersebut hanya datang melalui pertolongan Tuhan.

Bentuk perubahan yang bakal dilakukan tersebut nantinya juga merupakan penjelmaan dari dukungan dari para teman, sahabat dan jaringan-jaringan lainnya. Perubahan katanya, bukanlah sesuatu yang dianggapnya bisa dilakukan oleh pribadi-pribadi, melainkan dengan kerjasama antar pihak.

Keyakinan Dadang terhadap para jaringannya dilatarbelakangi dari apa yang sudah dikerjakannya semenjak duduk dibangku perkuliahan.

“Saya berkawan sejak mahasiswa. Masuk ke berbagai organisasi, masuk ke berbagai gerakan baik gerakan mahasiswa dan sosial serta turut bekerja untuk mengadvokasi dan membela kaum buruh dan kaum tani”, sambung akademisi Fisip USU tersebut.

Selain itu, Dadang yang juga aktif sebagai pengamat politik, analis dan penulis membuat dirinya juga kerap bersentuhan dengan politisi, konsultan politik dan pejabat lainnya. Hal tersebut menunjukkan dirinya berhubungan dengan berbagai lapisan masyarakat. Baik dari kalangan atas, tengah hingga akar rumput.

Hasil dari apa yang dilakukannya juga diklaim terlihat selama proses pendaftarannya menjadi anggota DPD. Meskipun diawal tidak mempunyai niat untuk mencalonkan diri, namun para orang-orang disekitarnya terus mendorong Dadang untuk maju.

Meskipun dari awal, dirinya telah mengutarakan jika tidak mempunyai modal keuangan secara cukup. Apalagi statusnya sebagai tenaga pengajar yang tidak tersertifikasi, membuat dirinya selama ini tidak mempunyai keuangan yang memadai.

Namun demikian, Dadang memastikan jika nantinya diberikan kesempatan menjadi anggota DPD RI, dirinya tidak akan menyalahgunakan amanat tersebut khususnya untuk memperkaya diri sendiri.
“Saya mengumumkan harta kekayaan saya itu secara telanjang. Jadi silahkan kalau masyarakat sudah tahu realitas harta ini lebih awal, bisa dicek juga rekening saya ke depan”, tegas Dadang.

Dari hasil LHKPN KPK sejauh ini, Dadang Darmawan Pasaribu menjadi satu diantara empat calon anggota DPD dari seluruh Indonesia yang mempunyai kekayaan diangka minus. Empat lainnya adalah Fajran Zain dari Aceh (minus 132.445.000), Azim Antoni Norega Jais (Jambi, minus 1.500.000), Reimal Kaldhani (Kalimantan Timur, minus 7.800.000) dan Ramli Kasim (Gorontalo, minus 115.184.000).

Namun jumlah tersebut masih mungkin bertambah. Karena dari total 657 orang yang sudah mengaktifkan akun LHKPN, masih ada 147 orang lagi yang belum melaporkan harta kekayaannya. (ask)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *