Ulama Dukung Capres, Din Syamsudin : Nestapa Bagi Ukhuwah

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin (Tempo)

MEDANHEADLINES.COM – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin angkat bicara terkait sikap kelompok ulama yang menyatakan dukungannya terhadap calon presiden tertentu.

Menurutnya tindakan saling memberikan dukungan seperti itu dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat
“Kalau terjadi sekelompok ulama mendukung A, lalu sekelompok ulama lain mendukung B, ini nestapa bagi ukhuwah islamiyah,” kata Din Syamsudin

Diketahui, Dukungan ulama terhadap capres kian marak menjelang pilpres 2019. Kelompok ulama yang mengatasnamakan diri Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI) mendeklarasikan dukungan terhadap Joko Widodo di Sentul, Bogor, pada 10 Juli 2018. Di sisi lain, Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) mengusulkan nama Prabowo sebagai capres.

Alumni Presidium 212 Tolak Capres-Cawapres Versi GNPF

-Ijtima Ulama GNPF Rekomendasikan Abdul Somad Cawapres Prabowo

Din Mengungkapkan, politik yang hanya mengedepankan identitas keagamaan hanya akan menimbulkan konflik, bahkan di antara umat beragama yang memiliki keyakinan sama.

“Ketika elite agama masuk ke politik, kekuasaan dengan perbedaan aspirasi kepentingan jelas pecah, apalagi melibatkan umat di lapis bawah. Umat ditarik ke kepentingan A, ke kepentingan B, ya pasti tegang,” kata dia.

Oleh karena itu Din mengimbau para ulama untuk saling menahan diri, namun bukan berarti tidak terjun ke dunia politik. “Dalam pandangan Islam, agama dan politik itu tak terpisahkan.”

Ketika ulama masuk dunia politik, Din berpesan agar berfokus untuk menyumbangkan etika dan moral agama ke politik. “Saya ini penganut integrasi agama dan politik, tapi lebih pada penonjolan etika dan moral agama,” Pungkasnya (red/Tempo.co)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *