Tunggu Kejelasan Kehalalan, MUI dan Kemenkes Sepakat Tunda Pemberian Vaksin MR

Vaksin Measles Rubella (ist)

MEDANHEADLINES.COM – Untuk menunggu kejelasan tentang kehalalan bahan baku pembuatan vaksin campak dan rubella atau vaksin MR, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah bersepakat dengan Kementerian Kesehatan untuk menunda sementaa pemberian vaksin MR ini bagi masyarakat muslim di Indonesia.

“Menunda pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat muslim sampai ada kejelasan hasil pemeriksaan dari produsen dan ditetapkan fatwa MUI,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dalam keterangan tertulisnya, Sabtu,(4/8/ 2018)

Menurut Asrorun, vaksin MR yang diproduksi oleh Serum Institut of India (SII) ini masih belum bisa dipastikan halal atau haram. Selama ini belum ada pemeriksaan dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI tentang kehalalan vaksin itu.

“Produk vaksin MR belum dimohonkan sertifikasi halal, sehingga belum ada pemeriksaan.” Namun, MUI sudah mengeluarkan fatwa yang membolehkan imunisasi pada 2016. Imunisasi yang ditolak itu apabila vaksin yang digunakan mengandung bahan haram dan belum ada opini keagamaan. “Tapi yang haram pun dalam kondisi tertentu bisa digunakan,” katanya.

Asrorun mengatakan MUI akan segera membahas dan menetapkan fatwa tentang vaksin MR dalam waktu secepatnya. Saat ini MUI dan Kemenkes menunggu data bahan baku pembuatan vaksin dari SII agar dapat segera diteliti.

https://www.teras.id/news/pat-2/86175/malaysia-bakal-salurkan-bantuan-tunai-rp-57-triliun-untuk-apa

https://www.teras.id/life/pat-2/86170/cuaca-ekstrim-jangan-lupa-pakai-tabir-surya-cek-takarannya

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menyatakan kementerian berupaya membantu mempercepat proses sertifikasi halal vaksin MR yang akan dilakukan MUI. “Kementerian Kesehatan akan segera menyurati SII selaku produsen vaksin MR untuk dapat memberikan data yang dibutuhkan mempercepat proses sertifikasi halal.”

MUI Kepulauan Riau mengimbau warga tidak ikut imunisasi campak sebagaimana tertuang dalam surat kepada Gubernur Kepulauan Riau tertanggal 30 Juli 2018. MUI Kepulauan Riau meminta Kementerian Kesehatan menunda pemberian imunisasi vaksin MR sampai terbit sertifikat halal dari MUI Pusat. Selain itu, mereka meminta MUI Pusat segera bertemu dengan Kementerian Kesehatan untuk membahas masalah ini.

MUI dan Kemenkes telah bertemu Jumat kemarin. Dalam pertemuan itu, semua pihak menyepakati beberapa hal termasuk percepatan sertifikasi halal vaksin MR.(red/Tempo.co)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *