Nelayan dan Cakrawala Senja

Foto : Nelayan dan Senja (ist)

MEDANHEADLINES.COM – Petang itu, langit sangat indah. Aurora seakan menari-nari menanti hadirnya senja. Perahu kayu tidak lagi terombang-ambing diterpa badai yang sudah usai. Hadirnya pelangi menghiasi langit yang tidak lagi menangis.

Nelayan pulang menghampiri bibir pantai. Dengan teriakan keharuan sembari mengangkat galah, ia memekik atas kelahiran putra pertamanya di atas perahu. Sang istri terlihat lemas, namun tidak meninggalkan senyuman walau dengan tetesan air mata.

Orang-orang kampung berlari menghampiri bibir pantai. Ada yang langsung melompat ke laut untuk menyambut sosok yang telah ditunggu-tunggu. Ada pula yang berkumpul di bibir pantai, menunggu perahu berlabuh. Dengan kegirangan, suara-suara itu sahut menyahut.

Ketua adat digiring, untuk menyambut lahirnya sang buah hati si Nelayan. Dengan ucap syukur mereka berdoa atas karunia yang telah diberikan.

Ternyata, di kampung yang terletak di teluk yang langsung terbentang ke Samudera Hindia tersebut, menjadi suatu kepercayaan, apabila bayi yang lahir di tengah lautan akan memberi kemakmuran bagi kampung mereka.

Pesta adat pun dipersiapkan, untuk melakukan penyambutan yang luar biasa. Api unggun berkobar, suara gendang diperdendangkan. Tari-tarian serta kebolehan seni bela diri dipertunjukkan, hingga ditutup dengan penabalan nama bagi sang bayi oleh petuah adat.

Amboiii, suatu harapan dikemukakan, untuk menjawab kegelisahan. Kemakmuran dinanti dengan hadirnya si “Cakrawala Senja”.

Penulis : Ryan Achdiral Juskal

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *