Harga Telur Tinggi, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu Gelar Operasi Pasar

Operasi Pasar yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Pemko Medan dan Forum Perunggasan (Forgas) Sumut menggelar operasi pasar di enam (6) titik di Kot Medan untuk memantau harga telur ayam yang mengalami kenaikan dalam beberapa minggu terakhir

Adapun 6 titik yang dipantau adalah Pasar Sei Sikambing, Pasar Sukaramai, Pusat Pasar, Pasar Simpang Limun, Pasar Brayan, Pasar Petisah, dan satu di Toko Tani Indonesia Center di Kantor UPT Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Dahler mengatakan operasi pasar ini akan dilaksanakan selama enam hari kedepan

“Tujuannya untuk bisa menekan harga pasar, sehingga para konsumen kita bisa memperoleh harga yang layak,” terangnya.

Dahler menyebut, dalam operasi pasar kali ini jika ada kekurangan jumlah telur yang disebar, pihaknya telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Forum Perunggasan (Forgas) sehingga bisa terpenuhi dan menekan harga telur.

“Kemudian perlu kami beri tahu, harga telur ayam ras ini sebenarnya bulan Juli yang paling tinggi. Sebelumnya memang Rp 1.200 per butir,” sebutnya.

Dahler mengungkapkan, Untuk telur ayam ras di Sumut dan Aceh termasuk harganya yang paling rendah dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia.

“Sumatera Utara dengan Aceh, termasuk yang rendah harganya. Jadi, salah satu kegiatan yang kita lakukan ini bagaimana caranya menekan harga,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai harga ayam potong di pasaran yang berada di kisaran Rp 39.000 sampai Rp 40.000 per kilo, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut akan kembali melakukan pembicaraan dengan Forgas dan Pemko Medan.

“Pada waktu itu ada masalahnya, saya pikir lebih sensitif, karena sudah kami bahas ini. Tapi saya pikir kita juga punya aksi, dan ini kita catat untuk menentukan langkah selanjutnya soal harga ayam potong,” ujar Dahler.

Diakui Dahler, pihaknya akan mencari terlebih dahulu polanya bagaimana. Pihaknya juga sudah mendapat arahan supaya untuk harga ayam potong juga dilaksanakan, apakah akan dilakukan intervensi atau tidak.

“Sekarang tinggal mencari polanya bagaimana sehingga bisa kita lakukan. Tapi yang penting, telur ini dulu tahap pertama. Mudah-mudahan ini bisa kita tekan, dan kita lihat pergeseran harga sampai enam hari ke depan,” Pungkasnya. (red)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *