Tapteng Dilanda Hujan, Omset Pedagang Menurun Drastis

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Dalam dua hari terakhir, Kabupaten Tapanuli Tengah dilanda hujan dan badai. Dengan kondisi seperti itu, sejumlah pedagang di Pasar Terpadu Pandan mengeluhkan sepinya pembeli, Selasa (10/7/2018).

Pedagang buah, boru Bangun mengatakan, sepinya pembeli akibat musim hujan yang sedang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah dan sekitarnya. Apalagi, mengingat pasar tersebut hanya buka 2 kali dalam seminggu.

“Pembeli hanya satu-satu yang datang, turun kalilah omsetnya. Apalagi ini musim hujan, pembeli pun malas datang, uda bukanya dua kali seminggu,” keluhnya

Hal senada juga disampaikan beberapa pedagang lainnya. Salah satunya boru Lubis asal Batang Toru mengatakan, pendapatan yang ia dapatkan berbeda jauh saat berjualan di Onan Sibuluan, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan.

“Begini lah kondisinya bang, masih banyak yang bersisa dagangannya. Padahal kalau jualan di onan Sibuluan, masih ada untungnya, mau lagi habis dagangan. Kalau di sini masih banyak yang bersisa,” terangnya.

Lanjutnya, ia berjualan di Pasar Terpadu Pandan mengaku merugi setelah pemerintah Pemkab Tapteng mengharuskan pindah dari Onan Sibuluan.

“Mau gimana lagi, Pemerintah yang menyuruh pindah ke sini,” ucapnya.

Sepinya pembeli tidak hanya disebabkan karena faktor musim hujan. Melalui pantauan Medan Headlines, pada hari-hari biasa pun demikian, pembeli di Pasar Terpadu Pandan tetap sepi yang kemungkinan besar disebabkan angkutan umum enggan melewati Pasar Terpadu Pandan.

“Harapan kami di sini, maunya cepatlah dibuat angkot lewat dari sini supaya pembeli juga berdatangan. Ini gimana mau datang pembeli, ongkos becak aja ke sini aja sudah dapat membeli bawang,” jelas boru Tambunan salah satu pedagang sayuran. (hen)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *