Bukankah Kita Dituntun Menjadi Manusia Unggul? Lantas..

Foto : Ilustrasi (IST)

MEDANHEADLINES.COM – Manusia unggul selalu berpikir mengenai kebaikan. Sebab, manusia pada umumnya berpikir tentang kenyamanan, dan kerap melupakan kebaikan.

Orang yang mencari kebenaran tetapi malu berpakaian sederhana, bukanlah manusia unggul. Makna yang tersirat tak perlu dideskripsikan. Cukup pengejawantahan sikap dengan ketulusan dan kebaikan.

Manusia unggul selalu mementingkan akhlak yang mulia, dengan menjaga hubungan sesama manusia dengan baik. Manusia unggul tidak membutuhkan berbagai penghargaan dan prestasi, bahkan izajah. Manusia unggul cukup berbicara santun, berbuat baik dan bisa menghargai sesama.

“Ah biarlah, tak perlu jadi manusia unggul. Toh aku bisa hidup dan bisa menikmati hidupku dengan sesuka hati,” gumamnya.

Bukankah kita dituntun untuk menjadi manusia unggul? Itulah guna dari ilmu pengetahuan yang kita pelajari selama ini. Lantas apa hakikat manusia hidup di dunia? Mengapa pendahulu kita berjuang melepaskan dunia dari zaman kebodohan?

Kau boleh memukul sebanyak sesukamu, lantas apakah kau tak boleh dipukul, walaupun sekali? Kau boleh menyuruh beribu kali, apakah kau tak boleh disuruh? Kau boleh meminta datang, apakah kau harus diminta untuk datang? Ah.. Banyak dimensi yang harus dipikirkan. Seakan cermin, mungkin.

Entah, kajian ini seakan mengingatkan pada konfusius. Apakah ini bicara Yin dan Yang? Tidak juga, sebab ini sesungguhnya berbicara prinsip dan nilai kemanusiaan.

Walau dipukul, disuruh, atau apapun itu, maka tak perlu memikirkan kebalikannya untuk memukul dan menyuruh. Cukup yang harus memikirkan itu, yang melakukan hal negatif terlebih dahulu, sebelum hal negatif itu kembali padanya.

Berbeda jika melakukan hal yang positif, tak perlu juga mengharapkan untuk mendapatkan hal positif kembali. Sebab, yakinlah keseimbangan itu memang ada.

Apakah itu manusia unggul? Mungkin juga. Intinya, selalulah berbuat kebaikan, agar kita mendekati diri pada titik-titik manusia unggul.

Penulis : Ryan Achdiral Juskal

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *